Setelah merenung kesana kemari (merenung apa jalan-jalan mas..?), saya jadi ingat. Ingatan ini menerawang hingga ke kota-kota yang dulu pernah saya singgahi. Satu kebanggaan ketika saya harus menceritakan kepada teman2 di perantauan adalah suwar-suwir. Nah! Kenapa bangga?Hmm. Ternyata kota Jember memiliki jajanan khas yang tidak pernah ditemukan di kota lain. Yakin. Sama seperti Bakpia Jogja. Kan khas banget. Cuma bedanya Bakpia lebih populer karena tentu saja ada faktor Jogja-nya. Sedangkan Jember?Wah..kadang-kadang ada saja loh, yang tidak tau persis dimana kota Jember. Apalagi suwar-suwirnya. Tapi, saya bangga dong, membawa suwar-suwir dan mengenalkannya ke teman-teman dari Jakarta, Bandung, Padang, dan kota-kota dari lain propinsi. Meskipun nih, ada yang 'agak alergi' dengan rasa manis-manis legit gitu. Tapi tetap saja mereka menanyakan, jangan lupa suwar-suwirnya, ya...kalo pas saya mau mudik.
Anehnya, kita-kita yang di Jember amat dan sangat jarang sekali ditemukan, jajan suwar-suwir di rumah. Jarang juga kita menyuguhkan jajanan ini kepada tamu atau kerabat dari kota lain yang kebetulan berkunjung. Kok bisa?Sepertinya ini memang ciri dari sebuah jajanan khas. Seperti saya waktu 'terdampar' di Bandung. Saya kok jarang menjumpai suguhan seperti dodol Garut ditaruh ditoples atau mangkok di ruang tamu. Mungkin nasib jajajan khas ini memang harus dibawa dan dibungkus untuk dinikmati di kota lain. Apa kalo dimakan di kota sendiri kurang afdol ya?Entahlah, yang jelas, suwar suwir ini memang perlu perhatian. Sebagai jajanan khas kota Jember, promosi yang dilakukan pemkab atau lembaga terkait kok kurang greget ya. Seperti sepakbola, serangannya hanya bersifat sporadis. Kadang menyerang, tapi kok yang maju ke pertahanan lawan nggak kompak? Padahal seharusnya bisa diexplor lagi nih, baik dari segi promosi, kemasan atau rasanya. Di Jember sendiri sudah ada TV lokal (Mutiara TV dan JTV-Jember, atau yang lebih maut adalah media blog sebagai media independen dunia maya. Sekedar informasi, sebentar lagi akan lahir blog Komunitas Blogger Jember, ehem! Sekalian ikutan nebar link neh..Dan juga tentu saja mengangkat suwar-suwir ke kancah nasional pasti berimbas positif kepada masyarakat pembuat dan pekerja suwar-suwir.
Buat yang belum ngeh, ini saya kasih gambarnya. Kue ini rasanya manis dengan aroma aslinya aroma tape singkong. Namun belakangan, banyak modifikasi aroma, seperti aroma durina, sirsak atau coklat. Terbuat dari tape singkong yang dipadatkan kemudian dibentuk kotak-kotak persegi dan dibungkus plastik atau kertas minyak. Mirip dodol Garut atau dodol Bandung. Pas dinikmati kapan saja. 24 jam nonstop (hehehe..). Sambil minum teh sore atau kopi panas. Jika belum ngeh juga apa itu suwar-suwir, monggo, silakan datang, tahunbaruan di Jember...buat yang lagi merantau...oleh-oleh jajan suwar suwir adalah wajib hukumnya...
Buat yang belum ngeh, ini saya kasih gambarnya. Kue ini rasanya manis dengan aroma aslinya aroma tape singkong. Namun belakangan, banyak modifikasi aroma, seperti aroma durina, sirsak atau coklat. Terbuat dari tape singkong yang dipadatkan kemudian dibentuk kotak-kotak persegi dan dibungkus plastik atau kertas minyak. Mirip dodol Garut atau dodol Bandung. Pas dinikmati kapan saja. 24 jam nonstop (hehehe..). Sambil minum teh sore atau kopi panas. Jika belum ngeh juga apa itu suwar-suwir, monggo, silakan datang, tahunbaruan di Jember...buat yang lagi merantau...oleh-oleh jajan suwar suwir adalah wajib hukumnya...























5 komentar:
pertamax -----
absen absen bos
Suwar suwir suwar suwir..pesan jajan khas jembernya mas..!!
aku tunggu yachh ..udh 5 thn nih gk makan suwar suwir..
oh kayak gitu toh......kek permen
di jember juga ada bakpia glenmore yang lagi trends dan terkenal di jember. mungkin teman-teman bisa mencobanya.setahu saya enak juga, bisa jadi ciri khas oleh-oleh jember
mas bukannya suwar suwir dari tape busuk yang dipress-kan... ngomong-ngomong alamatnya dimana ni saya juga orang Jember :) salam kenal
Poskan Komentar