29 Desember 2008

Kreativitas, Plagiat dan Cerdik

BY Nunung Indrianto IN 15 comments

Dalam ruang cerita batinku, muncul diskusi kecil bersama-sama adek-adek khayalan :

Siapakah yang bakal menang dalam sebuah adu kecerdasan dalam sebuah pendopo memperebutkan putri seorang bupati? Aku atau dirinya?(seperti lagunya siapa gitu..., aku atau dirinya..)


Nah, ada yang unjuk jari, yang menang adalah yang kuat dan tahan banting!
Loh ini kan adu cerdas, bukan lomba panco?Ada yang lain...
Eh, ada lagi yang berdiri : yang menang tentu saja yang pinter dan cakap.
Seorang lagi mengacungkan jarinya (jari telunjuk, bukan jari tengah) : yang menang adalah yang kreatif!
Eh, masih ada yang berteriak, yang menang mas, jelas yang cerdik.
Hmm...

Cerdik?Loh kan itu kan luas...cerdik bisa jadi dia kreatif. Atau dengan kecerdikannya, dia mengeluarkan segala kepintarannya, berarti dia pintar juga ya. Cerdik juga bisa mengakali, menipu juga bisa. Termasuk di dalamnya plagiat, termasuk juga (dlm perspektif saya) adalah cerdas. Plagiat itu apa ya?Susah mendefinisikan plagiat, kreatif dan cerdik pada satu titik pandang.


Sebenarnya tidak terlalu penting istilah-istilah di atas. Saya bukan ahlinya, I'm not the expert . Saya hanya ingin berbagi pengalaman mendapatkan produk-produk yang menarik untuk saya posting. Pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menemani anak pergi ke warung sebelah untuk membeli biscuit kesukaanya. Biskuit Macan (biskuat itu loh..). Produk yang menarik untuk saya posting adalah produk biskuit dan minuman seduh. Saya tertarik, karena saya justru bertanya-tanya dalam hati, apa ini ya yang dinamakan kreatif?Apa ini yang disebut plagiat, atau inikah kecerdikan itu?


Ori-Orio memang tidak dapat dibandingkan dengan Oreo. Oreo adalah produk yang sudah teridentifikasi global dengan semua 'image brand' yang ada (sori, bawa istilah marketing: kayak yang tau aja). Seperti bentuk biskuitnya, warna kemasan, design huruf dan gambar, dan semua product identity yang ada. Sedangkan Ori-Orio, meskipun diproduksi oleh salah satu produsen yang cukup terkenal, tetapi bagi saya ini adalah salah satu plagiat pada satu sisi. Tetapi juga cerdik dan kreatif pada sisi yang lain. Kredit saya untuk Camela terhadap Milo, ya sama saja.

Entahlah, ada saja cara orang untuk hidup.

Diskusi kecil itu masih berjalan, sampai sekarang.


Terminal kata:

Plagiat (wikipedia) :
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.
Wikipedia- Plagiat (vom lat. Wort plagium, „Menschenraub“ abgeleitet) ist die Vorlage fremden geistigen Eigentums bzw. eines fremden Werkes als eigenes oder Teil eines eigenen Werkes. Dieses kann sowohl eine exakte Kopie, eine Bearbeitung (Umstellung von Wörtern oder Sätzen), eine Nacherzählung (Strukturübernahme) oder eine Übersetzung sein. Entscheidend, ob es sich um ein Plagiat handelt oder nicht, ist in der Wissenschaft immer die Vorgabe der eigenen geistigen Urheberschaft, d.h. wenn z.B. Zitate oder verwendete Literatur nicht als fremdes geistiges Eigentum kenntlich gemacht wurden.
Plagiarism (from the Latin word plagium, "People robbery" is derived) is the template foreign intellectual property or a foreign factory or as a separate part of its own work. This can be an exact copy, a processing (conversion of words or phrases), a retelling (structure over) or a translation. The key to whether it is a plagiarism or not, is always in science to dictate their own intellectual authorship, ie if e.g. Quotations or literature is not used as a foreign intellectual property have been identified.

Kreatif / kreativitas (eko) :
Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif.

Cerdik (telaga-blog) :
Cerdik dan cerdas keduanya memang bisa saling mengisi atau tumpang tindih. Kebanyakan anak-anak yang cerdik adalah anak-anak yang cerdas, cerdas bagi saya adalah tingkat kepandaian. Cerdik menggunakan tingkat kepandaian itu untuk kepentingannya. Jadi anak-anak yang cerdik adalah anak-anak yang bisa memanfaatkan kesempatan, memanipulasi orangtuanya, guna kepentingan pribadinya.





27 Desember 2008

Mental Pengusaha (Renungan Jelang 2009)

BY Nunung Indrianto IN 7 comments

Bukan maksud saya menggurui, karena saya juga sedang terus berusaha menempa mental pengusaha saya. Tulisan ini hanya meneruskan postingan sebelumnya, tentang mental pengusaha atau karyawan. Sebenarnya perbedaan yang mencolok adalah mental pengusaha adalah berani tertantang, sedangkan mental karyawan adalah bermain save. Tanpa mengurangi rasa hormat dan kagum saya pada teman2 yang sekarang berprofesi karyawan, pegawai, executif dan profesi lainnya. Tapi, karena saya hanya membahas mental pengusaha, sementara, mental karyawan di'hold' dulu...Sebentar, saya sruput kopi saya dulu. Nah, lega...enak ya kopi bikinan istri..(hmm...)

Setelah kurang lebih 5 tahun berwirausaha saya menemukan beberapa point penting soal mental seorang pengusaha. Mungkin agak nyleneh, tapi, orisinil..ini hasil renungan saya. Sekalian bisa menjadi bahan renungan juga menjelang tahun baru 2009 dan tahun baru Hijriyah 1430.

Ciri Mental pengusaha, berdasarkan pengalaman berwirausaha saya selama ini :
  1. Berani menantang dan selalu tertantang.
Seorang pengusaha harus mempunyai mental ini. Menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan musti dan kudu berani menantang segala kondisi. ia harus menantang keadaan ini. Menjawab sebuah penilaian dari sudut pandang berbeda. Contohnya, bila seorang membuka toko kelontong di sebuah perumahan yang sepi, padahal disana belum ada toko kelontong, maka itulah tantangan itu! Posisi tidak menguntungkan, tapi bgmn dengan aspek lainnya?

2. Mental cari duit.
Kalo ini tidak perlu penjelasan. Kerja apapun pasti cari duit. Lha kok dibahas, mas...?Hhehe..sabar, gini..Tidak semuanya orang berwiraswasta cari duit. Mereka hanya cari untung. Apa ada bedanya?Ada dong. Mencari keuntungan dengan membabi buta tentu akan berakibat fatal. Salah-salah, akan menggunakan segala cara. Yang penting untung. Ini mental yang harus saya jauhi. Saya cukup berprinsip cari duit. Masalah untung nomor 2. Kok bisa? Karena ada aspek lain yang saya utamakan, yaitu bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bagi saya sebagai pengusaha, juga bermanfaat bagi konsumen.

3. Mental Kreatif dan Inovatif.
Sebagai pengusaha harusnya kita memiliki mental kreatif dan inovatif. Kreatif artinya memanfaat situasi dan kondisi yang ada sehingga lebih berdaya dan bernilai. Kembali lagi jangan melulu berpikir soal untung rugi. Pikirkan aspek manfaat. Maksudnya, manfaatkan saja apa yang ada. Pada usaha warnet, pasti ada peluang yang lain. Sediakan saja snack, softdrink atau kopi hangat untuk memenuhi kebutuhan pribadi para pelanggan. Atau seperti yang saya lakukan, sediakan layanan pulsa hp elektrik. Cari saja distributor pulsa all operator, transaksi via YM dan layanan 24 jam. Dengan begitu kita pny side earning, pendapatan sampingan. Dan bukan saja pelanggan warnet yang belanja, masyarakat sekitar tentu akan tersedot ke tempat kita.

4. Aspek Edukatif
Layani konsumen dari aspek edukatif, artinya mendidik, membantu dan membimbing. Ngenet, broswing, chatting, maen friendster, download, mungkin adalah hal yang biasa mereka lakukan. Tapi ngeblog, atau nonton TV online atau ikut kompetisi manager sepak bola di liga inggris secara online, hingga bisnis internet yang gampang2 saja...tentu tidak semua orang mengerti. Tentu kita akan memiliki nilai lebih dan kita tidak akan pernah merasa gagal serta rugi dalam berwirausaha. Karena jika ini dilakukan secara ikhlas kita akan memetik beberapa keuntungan. Satu keuntungan rohani, kita puas, dua..kita mendapatkan pahala, dan tentu saja jika konsumen bisa blogging, maka mereka akan menghabiskan waktu lebih lama dan frekuensi yang meningkat dalam berinternet. Setuju.?

5. Mental baja, (bahasa jawanya rai gedhek atau rai cor-coran, maksudnya muka dinding kayu, atau wajah besi beton).
Artinya jangan malu kalau usaha kita sepi atau malah bangkrut. Santai saja men...cool...rasakan saja suasana demikian. Pernah warnet saya sepi banget. Saya biarkan saja. Saya tetap buka, menunggu pelanggan datang. Akhirnya sampai jamnya harus tutup, tetap tidak ada yang datang. Ya sudah...berarti memang tidak ada rejeki waktu itu. Sudah itu, ya tutup saja warnetnya, lalu istirahat ama anak istri liat tv dan maen gim...Rasakan...

6. Yakin bahwa Allah, adalah sang pengatur rizki...manusia hanya wajib berusaha. Kata Aagym, rejeki itu sudah ditebar, tinggal kita mau mencarinya atau tidak. Tetapi dalam hati saya berdoa, Ya Allah, bukakan pintu rejekiMu padaku....saya lakukan berulang2 seperti itu. Dan benar, alhamdulillah, besok harinya warnet saya ramai bahkan teramai dari hari2 sebelumnya.

Kalau sudah begini, masih ada neh, yang mau jadi pengusaha? Hehe....

26 Desember 2008

Pengusaha vs Karyawan = Mental

BY Nunung Indrianto IN 10 comments

Hidup memang pilihan. Setiap pilihan ada tanggung jawab dan resikonya. Banyaknya lowongan CPNS telah mengganggu (dalam tanda petik) benak saya yang sudah sejak 2002 menjatuhkan pilihan menjadi pengusaha (baca: pengangguran banyak usaha). But, this is a life...setiap pilihan ada resiko. Jadi pengusaha, bayaran ndak tentu, tidak punya dana pensiun yang jelas, dan lain-lain...klo jadi karyawan kan jelas semuanya...thus, perenungan pengusaha versus karyawan akhirnya dimenangkan oleh komitmen tetap menjadi pengusaha, paling tidak sampai hari ini.

Obrolan dengan saudara sepupu saya beberapa waktu lalu lebih seru lagi. Saudara saya ini menjadi salah satu manajer di Carefour di Surabaya. Suaminya juga menjadi kepala distributor sebuah produk sembako di Tuban..what's happen with them? Mereka mengaku kewalahan mencari pembantu untuk menemani anak2nya yang masih sekolah SD. Setiap hari mereka berangkat pagi, sampek rumah malam ketika anak2nya udah pada ngantuk, bahkan tak jarang udah pada tidur. Masalah semakin timbul, ketika salah satu dari putra mereka, ngambek, dan tidak cocok dengan sang pembantu. Entahlah bagaimana ceritanya, sampai akhirnya, pembantu ini ndak betah dan pulang kembali ke daerah asalnya di Jember. Dari obrolan kami, disimpulkan bahwa bagaimanapun mereka ingin berusaha menjadi orang tua yang baek, yang selalu mendampingi anak2nya setiap hari. Tidak diserahkan kepada pembantu. Pekerjaan? Saudara saua ini juga menyampaikan impiannya untuk berwirausaha saja. Tapi karena sudah 'terjebak' dengan rutinitas pekerjaannya, akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk mempersiapkan segalanya. Modal yang mereka siapkan tidak cukup untuk mengimbangi persiapan mental menjadi wirausahawan. Padahal secara kemampuan teknis, mereka berdua punya modal dan bekal dong sebagai pebisnis dibidang retail sembako, distribusi dan sebagainya. Tapi kalo soal mental, mereka tetap saja mengaku belum siap. Mungkin karena mereka tau betul seluk beluk di bidang itu, manis pahitnya, ruwet-semrawutnya, mereka akhirnya tetap bersikukuh bahwa mreka belum siap.

Jadi kesimpulannya, mental tetap menjadi peran sentral. Mental mereka yang telah terbentuk menjadi seorang karyawan/eksekutif turut menurunkan semangat mereka untuk mengubah haluan menjadi pengusaha. Walaupun kadang-kadang mereka 'curhat' kasihan anak-anaknya...tp tetep saja mereka menunda semua impian menjadi pengusaha. Dan sekarang , mereka menelpon saya untuk minta bantuan mencari pembantu buat keluarga mereka...



25 Desember 2008

Kontes Durian Jember - Kabar Bagus buat Penikmat Durian

BY Nunung Indrianto IN 8 comments

Disarikan dari wawancara penulis dengan Ir Doddy dari Tim Teknis Dinas Pertanian Jember untuk Suwarsuwirdotcom (yang akan launch beberapa waktu lagi).

Buat para pencinta durian, ini berita yang sangat ditunggu-tunggu. Pada bulan-bulan Februari-Maret 2009 yang akan datang, di Jember akan diadakan Kontes Durian Jember. Kenapa berita ini menyenangkan, karena pada even tersebut dibutuhkan para sukarelawan untuk ‘menghabiskan’ (baca: makan) durian-durian peserta kontes, wah wah wah! Maksudnya adalah pada criteria lomba/kontes Mutu, durian-durian ini akan ditimbang bobot dan mutu. Dari segi mutu, durian peserta akan dinilai rasa, kadar gula dan alkoholnya. Ini tentunya para juri yang akan banyak berperan. Sedangkan dari segi bobot, durian peserta akan ditimbang bobot rendemen atau daging buahnya. Caranya dengan menghitung selisih berat total (kulit, daging buah/rendemen dan biji) dengan berat kulit dan bijinya. Jadi prakteknya, durian-durian ini setelah ditimbang berat awalnya, akan dihabiskan dagingnya, tentunya dimakan, hingga menyisakan bijinya saja. Nah, dari sini, kulit dan bijinya akan ditimbang. Setelah itu barulah dihitung selisih antara berat awalnya dengan berat biji dan kulit. Maka dari itu, kontes yang diadakan pertama kalinya pada tanggal 5-6 Maret 2008 kemaren, sebenarnya membutuhkan sukarelawan-sukarelawan penikmat durian untuk melahap habis durian-durian peserta. Dan jelas, ini gratis bung.. weleh, weleh…weleh…

Selain itu, untuk ke depannya, Dinas Pertanian Jember akan menggalang dibentuknya semacam ‘cagar varietas’ untuk jenis-jenis durian Jember seperti Durian Kasur, Durian Kemanten, dan Durian Siplotan (plotan=ketan). Jika di Brunei ada Durian Sekayam, dari Thailand ada Durian Montong, kenapa dari negeri ini tidak dimunculkan durian yang bermutu juga?Cak Dody berargumentasi serius. Nantinya, sambung Cak Dody, durian Jember ini akan ditawarkan menjadi komoditas unggul nasional yang bisa dipamerkan di Taman Bunga/Buah Mekarsari Bogor. Untuk tahun 2009 besok, kontes durian Jember tetap diadakan di desa Sumber Jambe, sekitar bulan Februari atau Maret. Jadi bersiap-siaplah dari sekarang, hehehe. Buat para penikmat durian, sekarang di Jember sudah musim durian lo..silakan saja mencari di desa-desa Mayang, Silo, Rembangan/ Patrang Atas, Jelbuk atau desa Arjasa. Selain itu durian yang sedang panen juga bisa ditemui di Sukorambi dan sekitarnya. Biasanya nih, kalau saat panen seperti sekarang ini kita bisa memborong durian dengan harga yang murah banget. Nggak percaya….datang aja sendiri ke desa-desa tersebut. Ayok serbu Jember….ayok makan durian….nyam, nyam….nyaman onggu….

23 Desember 2008

Google Earth help Scientist Finding the Lost World

BY Nunung Indrianto IN 1 comment


In the past, the adventurers must take a no-direction adventure to find the areas that have not reached before. But now, scientists can rely on online map service Google Earth to find new exploration areas. It is also with a group of scientists from the British called Kew Gardens. They succeeded to find the 'lost world', full of rare and exotic species. 'The world is missing' in the form of virgin forest that is still not explored in Mozambique, especially in Mount Mabu. Although, before they use Google Earth, they have ignored this area because this region is difficult and the war factor that still run in Mozambique.


After researching via Google Earth, researchers have come to that lost world. So far, in a short time they have found the exotic species such as the dwarf chameleon, a new species of butterfly, giant snakes, and rare bird colonies. The Expedition's Head, Jonathan Timberlake will be surprised with the number of wild life that they find there. Previously, scientists had not have come to the area, the name was not even in the conventional map. In fact, according to Jonathan, the most people in Mozambique do not realize the existence of that place. Luckily, scientists successfully find this via Google Earth. This report read from DailyMail and detikINET, Tuesday (23/12/2008).


Berita dari detikI net, sebuah regu ilmuwan mengklaim telah menemukan sebuah lokasi Dunia yang Hilang berkat bantuan Google Earth. Daerah itu berada di kawasan Gunung Mabu. Dilokasi Dunia yang Hilang ini para ilmuwan menjumpai binatang-binatang dengan species baru.Species baru itu diantaranya bunglon kerdil, spesies baru kupu-kupu, ular raksasa, dan koloni burung langka. Dari Dailymail.com juga diberitakan bahwa ternyata masyarakat setempat baru menyadari jika ada ada dunia yang hilang didekat mereka tinggal. Waah..kira-kira kalau di Indonesia, dunia yang hilang itu ada dimana ya?Banyak kali ya...
Ya wis.... ayok, install Google Earth (http://earth.google.com).

Back links free

22 Desember 2008

Blogger Jember = Suwar-Suwir, jajanan manis khas Jember

BY Nunung Indrianto IN 6 comments




Satu kebanggaan ketika saya harus menceritakan kepada teman2 di perantauan adalah suwar-suwir asli Jember. Nah! Kenapa bangga?Hmm. Ternyata kota Jember memiliki jajanan khas yang tidak pernah ditemukan di kota lain. Yakin. Sama seperti Bakpia Jogja. Kan khas banget. Cuma bedanya Bakpia lebih populer karena tentu saja ada faktor Jogja-nya. Sedangkan Jember?Wah..kadang-kadang ada saja loh, yang tidak tau persis dimana kota Jember. Apalagi suwar-suwir dan jajanan khas lain-nya. Tapi, saya bangga dong, membawa suwar-suwir dan mengenalkannya ke teman-teman dari Jakarta, Bandung, Padang, dan kota-kota dari lain propinsi. Meskipun nih, ada yang 'agak alergi' dengan rasa manis-manis legit gitu. Tapi tetap saja mereka menanyakan, jangan lupa suwar-suwirnya, ya...kalo pas saya mau mudik.


Anehnya, kita-kita yang di Jember amat dan sangat jarang sekali ditemukan, jajanan khas suwar-suwir di rumah. Jarang juga kita menyuguhkan jajanan ini kepada tamu atau kerabat dari kota lain yang kebetulan berkunjung. Kok bisa?Sepertinya ini memang ciri dari sebuah jajanan khas. Seperti saya waktu 'terdampar' di Bandung. Saya kok jarang menjumpai suguhan seperti dodol Garut ditaruh ditoples atau mangkok di ruang tamu. Mungkin nasib jajajan khas ini memang harus dibawa dan dibungkus untuk dinikmati di kota lain. Apa kalo dimakan di kota sendiri kurang afdol ya? 


Buat yang belum ngeh, ini saya kasih gambar suwar-suwir dan sedikit pembuatannya. Kue ini rasanya manis dengan aroma aslinya aroma tape singkong. Namun belakangan, banyak modifikasi aroma, seperti aroma durian, sirsak atau coklat. Cara pembuatan suwar-suwir ini terbuat dari tape singkong yang dipadatkan kemudian dibentuk kotak-kotak persegi dan dibungkus plastik atau kertas minyak. Mirip dodol Garut atau dodol Bandung. Pas dinikmati kapan saja. 24 jam nonstop (hehehe..). Sambil minum teh sore atau kopi panas. Jika belum ngeh juga apa itu suwar-suwir, monggo, silakan datang, tahunbaruan di Jember...buat yang lagi merantau...oleh-oleh jajan suwar suwir adalah wajib hukumnya...

18 Desember 2008

Blogger, what are you looking for?

BY Nunung Indrianto IN 2 comments


There are so many goals or reasons why do blogger make the blog. First time I make my blog, I wanna just share and heard some one else in internet. I was interested to some blog site that have nice design and interesting post. Other hand, I like blog just because I do like design and make website. In blog, it does not really need high IT skill like programming, and web design abilities. Everything is ready taken in template. In n-indrianto.blogspot.com-my first blog, and second I write blog for my son, ihyadzakiy.blogspot.com. It was a simple blog. I just want to share and write my experiences and anything else. Maybe there are many bloggers have similar type with me. But, what about you?


I like so much for the last reason. Because you are a blogger. Nothing to do with blog more. Just because you are a blogger, so keep blogging. Keep read, hear, share, write and comment. Make some earn money? Wanna get a high Page Rank? Get so many backlinks?
It will be nothing if you are not a blogger. Be a real blogger, we will get anything what we want, then. Do not care about money or traffic..My blog is still PR Null, who care about it?I don't care. What I care is just, what will do, if I loss my spirit in blogging.

Last statement, keep blogging whatever you wanna be.








It's Me !