18 Januari 2009

Dora the explorer dan Kecerdasan Anak

BY Nunung Indrianto IN 7 comments


Dora the explorer dan Kecerdasan Anak Akhir-akhir ini saya mencermati betul film kartun Dora, the Explorer. Terlepas dari sisi bisnis, saya senang dengan serial kartun anak ini karena sifat mendidiknya yang sangat kental.

Sebentar..bagi yang belum pernah nonton film kartun Dora ini, adalah tentang kisah petualangan dan bermain seorang gadis cilik yang tinggal di Spanyol. Ditemani monyet cilik sang sahabat yang bernama Boots, Dora selalu bercerita tentang berbagai petualangan. Dari menolong pangeran yang ditawan nenek sihir, atau kisah menolong kodok kecil yang suka bernyanyi yang terlepas dari keluarganya. Singkat kata dan singkat waktu, Dora itu bagus dan layak ditonton karena disana ada hal-hal positif yang diajarkan:


  1. Multiple Intelligence / Kecerdasan Majemuk. Pernah liat Dora kan? Dora the explorer ini merupakan salah satu produksi dari Nicleodeon Junior. Saya sempat browsing, ternyata metoda yang digunakan dalam konsep film Dora ini didasarkan pada teori Multiple Intelligences (kecerdasan majemuk) yang dikemukakan oleh Howard Gardner (1983). Sang kreator dalam websitenya bercerita dia dan timnya ingin anak-anak akan tumbuh dengan cerdas dengan belajar sambil bermain. Menonton petualangan Dora bukan sekedar menonton film kartun atau sinetron anak biasa. Disini ada aspek penanaman kecerdasan seperti : Logical/mathematical, musical/auditory, and bodily/kinaesthetic. Lihat wawancara sang kreator Dora di website Nick Junior.
  2. Interaktivitas. Di dalam serial Dora ada elemen ini. Anak-anak akan diajak membantu Dora dan Boots dalam berpetualang. Jadi, anak-anak tidak hanya duduk dan menikmati sambil diam terpaku menyaksikan film kartun Dora. Diharapkan kata sang kreator dalam website Nick Junior, anak-anak kita akan aktif bergerak sembari menonton tivi.
  3. Second language atau pengantar bahasa kedua. Pada usia pra sekolah pengenalan dan pengajaran bahasa kedua, selain bahasa ibu sangatlah penting. Di dalam serial Dora dikenalkan berhitung dalam bahasa Inggris, istilah-istilah dalam bahasa Spanyol seperti "iLo hicimos!" yang berarti “we did it!” atau “berhasil, berhasil..!”.
  4. Problem Solving atau Pemecahan masalah. Selain interaktivitas, Dora juga mengajarkan bagaimana anak-anak harus berpikir untuk membantu Dora dan Boots untuk memecahkan petualang. Terkadang Dora seolah-olah bertanya kepada para anak-anak yang menonton, “Apakah kalian melihat Swiper (tokoh yang suka mencuri dan mengganggu)?”. Kemudian untuk beberapa saat Dora dan Boots diam, seolah-olah menanti jawaban anak-anak yang menonton. Lalu muncul gerakan pointer (seperti di komputer) yang menunjuk ke arah dimana Swiper berada. Disini sang kreator hendak menyampaikan bahwa dalam film Dora, anak-anak menonton sambil (seolah-olah) ada Dora dan teman-teman di dekat mereka. Dora dibuat bukan tokoh dalam kartun televisi, tetapi dia ada bersama anak-anak yang bersama-sama berpetualang. Hmm…dalam banget filosofinya..!
  5. Menghafal efektif. Metoda menghafal dengan perulangan pesan atau kata adalah sangat efektif. Ini juga diaplikasikan dalam berbagai aspek. Contoh saja Kampanye Caleg, iklan logo perusahaan yang tampil dimana-mana..Tentunya dalam ilmu komunikasi konsep ini diajarkan..Demikian juga dalam film Dora. Lihat aja bagaimana bagaimana Dora berhitung, pasti diulang-ulang paling sedikit 3 kali. Lihat juga dalam menunjukkan jalan untuk mulai berpetualang. Setelah dibantu sang peta, misalnya, akan diucapkan secara berulang-ulang: “Kolam”, “Jembatan kayu”, “Rumah Nenek”, diulang lagi, “Kolam”, “Jembatan kayu”, “Rumah Nenek”…begitu sampai 3 kali. Juga bagaimana cara Dora dan Boots menghalangi gangguan dari si Swiper: Swiper jangan mencuri, Swiper jangan mencuri, Swiper jangan mencuri!. Selain menghapal kata, juga diajarkan norma-norma yang baik dalam film ini. Yaitu kata-kata “JANGAN MENCURI”. Kata ini akan dihapal dengan mudah oleh anak-anak.
  6. Pengenalan Peta. Saya ingat dosen saya pernah mengingatkan pentingnya pengetahuan peta dalam perkembangan kecerdasan. Saya kurang mendalami sih, cuma bagi saya peta itu memang penting. Dengan peta kita dikenalkan dunia luar. Kita diajarkan bahwa peta menyimpan pengetahuan yang luar biasa. Di dalam film Dora, selalu terdapat adegan mengeluarkan peta. Peta inilah yang menunjukkan ke arah mana Dora dan Boots harus melangkah dalam berpetualang.
Dora the explorer dan kecerdasan anak memang sebuah paduan. Hem…terakhir saya sarankan: ajaklah anak, adik, ponakan atau teman-teman kecil Anda menonton Dora. Sahabat saya cerita anaknya umur 4 tahun sudah pandai dan hapal istilah dalam bahasa Spanyol...Anak saya umur 2,5 bisa berhitung dalam bahasa Inggris tanpa saya ajarin..karena tiap pagi tidak pernah absen nonton Dora! hehehe..That’s good for kids!!!

7 komentar:

  1. iya mas, bener banget, anak saya suka banget ma si dora ene, lagian emang serial ini bermanfaat banget, saya sering nemenin anak saya nonton juga.
    btw, blog ini udah saya link.. please link balik yah

    BalasHapus
  2. pertamaxxxxxxxxxxxxxxx....loh tumbennn

    BalasHapus
  3. oh ternyata positive effectnya banyak yah, gak rugi dah jadi penggemar dora hehehe..*kan jadi buka kartu*...ql spongebob gmn bro...anna suka juga

    BalasHapus
  4. apalagi adik saya mas! suka banget ma kartun ini! katakan peta, katakan peta! he...3x

    BalasHapus
  5. hehehe...coba masa kecil saya dulu sudah ada dora. pasti saya gak selelet inikerja otaknya...hiks

    BalasHapus
  6. ini kesukaan anak saya juga.
    terutama pas Swiper nongol. ''Swiper jangan mencuri, Swiper jangan mencuri, Swiper jangan mencuri!''

    BalasHapus
  7. good...makasih ya penjelasannya..membantu saya u bikin penelitian lho...thx..matur nuwun...

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !