02 Januari 2009

Kecerdasan Majemuk / Multiple Intelligence

BY Nunung Indrianto IN 1 comment

Ada banyak teori tentang kecerdasan. Cuman, saya tertarik dengan konsep kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner (1983). Bukan masalah aspek kecerdasan saja, tetapi saya tertarik dengan konsep Gardner yang mengatakan bahwa perlunya kurikulum yang berpusat kepada individu siswa, dalam arti, kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Di dalamnya ada konsep: "individual-centered education", (konsep kurikulum yang menjadikan murid sebagai pusat) Artinya kurikulum menyesuaikan dengan tingkat kecerdasan masing-masing siswa. Saya tidak terlalu kompeten di bidang ini, tetapi mungkin juga konsep ini telah diterapkan pada tingkat sekolah-sekolah di sini, seperti adanya sekolah dengan Kelas Khusus, Sekolah Percontohan, Kelas Internasional dan sebagainya. Mungkin saja.

Buat yang tertarik dengan konsep Kecerdasan Majemuk Horward Gardner :
  1. Kecerdasan linguistik, yang berkaitan dengan kepekaan terhadap bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa. Dalam hal kemampuan aktif berkenaan juga dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, dan berdebat. Profesi yang bisa diterapkan dari kecerdasan linguistik adalah menjadi seorang penulis, wartawan, orator, ahli politik, penyiar radio, presenter, guru, dan pengacara.
  2. Kecerdasan Matematis-logis yang terdiri dari komponen kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang. Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar, dan berfikir logis, memecahkan masalah. Kondisi akhir menjadi ilmuwan, ahli matematika, ahli fisika, pengacara, psikiater, psikolog, akuntan, dan programmer.
  3. Kecerdasan Visual-Spasial yang terdiri dari komponen inti : kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendesain. Kondisi akhir terbaik menjadi seniman, arsitek, ahli, strategi, pecatur, desainer, sutradara, fotografer, montir profesional.
  4. Kecerdasan musikal yang terdiri dari komponen inti : kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titik nada dan warna nada serta apresiasi untuk bentuk ekspresi emosi musikal. Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik. Kondisi akhir menjadi komposer, penyanyi, pemain musik, pencipta lagu.
  5. Kecerdasan kinestetis yang terdiri dari komponen inti : kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respon dan reflek. Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik keseimbangan. Kondisi akhir terbaik menjadi olahragawan, penari, pematung, aktor, dokter bedah.
  6. Kecerdasan Interpersonal yang terdiri dari komponen inti : kepekaan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi negosiasi,bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi. Kondisi akhir terbaik menjadi konselor, politikus, pemimpin, inovator.
  7. Kecerdasan intrapersonal yang terdiri dari komponen inti : memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri. Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup. Kondisi akhir terbaik menjadi psikoterapis, pemimpin agama, penasehat, filosof.
  8. Kecerdasan naturalis yang terdiri dari komponen inti : keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non formal. Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identisifikasi. Kondisi akhir terbaik : peneliti alam, ahli biologi, dokter hewan, aktivis binatang dan lingkungan.

Nah, ternyata konsep Kecerdasan Majemuk ini telah diaplikasikan juga di film Dora loh..coba saja baca: Film Dora the Explorer dan Kecerdasan Anak di blog ini juga. He he he…si mbah mau ngopi dulu..biasaaa…..

sumber: wikipedia http://trimanjuniarso.wordpress.com

1 komentar:

  1. Pendidikan yang berkonsep multiple intellegence itu membuat pendidikan berharga mahal. karena untuk mengeksplor dibutuhkan sarana prasarana dan fasilitas lengkap

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !