02 Januari 2009

Kenapa harus Golput? Kenapa harus Memilih?

BY Nunung Indrianto IN , 11 comments

Pemilu 2009 akan digelar sebentar lagi. Awas, jangan golput ya...saya sempat alasan bertanya alasan golput ke beberapa teman...Indonesia (baca: rakyat negeri ini) akan berpesta demokrasi. Meski saya belum 'ngeh' sampai sekarang, kenapa ya diistilahkan pesta demokrasi...Kesan yang timbul dalam kata pesta itu : meriah, bergembira, ramai, hingar bingar, banyak makanan dan minuman, santai dan sebagainya. Mungkin maksudnya memang begitu kali.

Pemilu 2009 ini diharapkan diadakan dengan meriah, rakyat bergembira, suasananya ramai dan hingar bingar dan tentunya banyak makanan serta minuman. Jelas, sepintas, dengan berkaca pada pemilu2 sebelumnya (saya ikutan sejak pemilu 1992, 1997, 1999, dan terakhir 2004 kemaren), suasana pemilu memang cukup meriah, terutama di TPS-TPS. Panitia menyiapkan lokasi dengan semeriah mungkin misalnya dihias dekorasi, dipasangi spanduk dan umbul-umbul sampai musik yang hingar bingar. Pemilu termeriah yang saya rasakan pada pemilu 1999, dimana pemilu diadakan pertama kali sejak era reformasi. Masyarakat sangat antusias seiring dengan eforia reformasi. Sedangkan pemilu ter'lengang' saya rasakan pada saat Pilkada Jatim yang baru lalu. Meskipun pada skala regional, tetap saja partisipasi rakyat diharapkan tinggi. Akan tetapi kenyataan yang saya temui di lapangan, sebagian masyarakat emoh (baca: malas) mendatangi TPS-TPS untuk mencoblos.


Beberapa orang sempat saya tanyai kenapa enggan mencoblos. Rata-rata dari mereka menjawab dengan kompak.

Malas mas.
Gak ada pengaruhnya.
Kita sudah ogah dibohongi.
Lagian calonnya gak ada yang kita kenal.


Wah...wah..gitu ya?saya cuman tersenyum.
Benarkah alasan mereka?Ataukah salah?

Pemilu 2009 sebentar lagi. Poster caleg bermunculan di jalan-jalan. Promosi partai mulai bertebaran di sejumlah media. Iklan-iklan politik mulai banyak diluncurkan. Ada yang terang2an, ada juga yang berselubung iklan layanan masyarakat. Intinya menurut saya, ya sama saja...promosi, perkenalan dan mulai mempengaruhi opini kita sebagai calon pemilih.

Saudara-saudara, golput memang salah ya? alasannya apa?. Tapi tidak seratus persen salah. (piss pak..). Jawaban tetangga-tetangga saya ini membuat saya merenung...
Mari saya bahas satu persatu jawaban mereka diatas.

1. Malas. Kalau yang ini jelas salah. Dimana-mana kata malas itu sudah salah dan menyesatkan. jangan ditiru. Jangan malas dong...ini kan juga untuk kita-kita juga...kesimpulan : golput = salah

2. Gak ada pengaruhnya: Pengaruh yang bagaimana nih? Pengaruh untuk kita pribadi atau untuk kemajuan bersama pada umumnya? Berat banget sih mas ngebahasnya. Santai men...kalo kita pikir, masyarakat kita saat ini memang sudah sangat pragmatis dan oportunis. Segala hal harus dinilai dengan uang. Jangan bicara soal orang kota dan orang desa. Ini sama saja. Kalo bicara soal duit, ayok deh. Kalau gak ada duit, eiitt..ntar dulu. This is real, sodara. Mereka atau kita-kita deh, gak sadar atau gak mampu mengerti dimana ada hubungan langsung antara mencoblos dengan kemajuan bangsa (baca kesejahteraan masyarakat). Gak ngerti pak...Demokrasi dan Kesejahteraan keluarga? Wah darimana ya nyambungnya....yang kita dan mereka tau, kalo kita milih ini katanya, sekali lagi katanya, jalan akan diaspal mulus, kerjaan dimana2, gaji meningkat, beras, BBM murah dan sebagainya...itu saja. Jadi kalau itu semua gak keliatan...ya wajar dong kalau mereka menjawab: gak ada pengaruhnya. Siapapun yang memimpin negeri ini, tidak ada pengaruhnya. Iya kan, nyatanya: Kerjaan masih sulit, PHK dimana2, susu masih mahal, pendidikan masih muahalll dan sebagainya. Kesimpulannya kalau jawaban mereka salah, mohon dong diberi pengertian yang sangat enak dimengerti, dipahami dan didengarkan...bahwa Pemilu ini akan berpengaruh langsung pada kesejahteraan, pada kelangsungan hidup tetangga-tetangga saya itu (termasuk saya sih..piss..). Tidak perlu berjanji yang tinggi. Beri saja mereka pengertian dan bukti dari pengertian itu. Sampai saat ini Golput = Bisa Salah dan bisa Benar

3. Ogah dibohongi lagi. Sebenarnya berkaitan dengan yang sebelumnya. Kami para rakyat cuman pengin kenyataan. Saya yakin presiden dengan segenap departemen telah bekerja keras. Tetapi saat melihat bagaimana terjadinya kasus-kasus Munir (hukum), Elpiji langka (BBM), korupsi beberapa pejabat tinggi Kejaksaan, mengintip daftar gaji para wakil rakyat dibandingkan dengan kehidupan miskin perkotaan dan pedalaman, serta kondisi para keluarga yang tidak termasuk dalam kategori miskin versi Bpk Yusuf Kalla ( liat disini )
Apakah mereka yang sudah memiliki sepeda motor dan berumah gedung sudah dianggap tidak miskin lagi? Haruskan yang dikategorikan miskin dan layak mendapat subsidi itu hanya mereka yang tinggal di kolong jembatan, dan di pinggir rel? Tentu tidak kan? Kita jangan dibohongi lagi dong...saya merenung sesaat : gaji seorang pekerja kelas menengah katakanlah 1 juta. Apakah itu sudah cukup? Sekarang mari kita intip gaji seorang wakil rakyat : liat disini. Apakah gaji sebesar itu belum dianggap cukup hingga harus ada tunjangan dari kas negara atau dari uang rakyat? Masyarakat makin pintar lo.....kesimpulan Golput = ada benarnya, karena kapok.

4. Calon tidak ada yang dikenal. Maksudnya disini jelas bukan mereka tidak tau calon si A, si B atau Si Z. Mereka hanya ingin tau, siapa sih mereka-mereka ini? Kita tau kalo Pak Anu jadi caleg, kita tau kok. Kita juga sering dengar, calon presiden dari partai ini Bung Fulan. Banyak kok media yang masang posternya. Masalahnya adalah siapa ya, dalam arti, bagaimana kesehariannya, bagaimana pribadinya, bagaimana cara memimpin keluarganya, bagaimana dia bisa mencalonkan diri dan sebagainya. Berita beberapa bulan kemaren tentang adanya pemalsuan ijazah dari para caleg hingga berita kriminal yang pelakunya adalah para anggota legislatif serta terungkapnya (meski masih dalam proses hukum) menteri yang terlibat dalam kasus-kasus pembalakan liar, tindak asusia pejabat pemerintah dan legislatif....wah wah wah...rasanya kok harus bertanya lagi...sudah demikian keterlaluan-kah jika masyarakat (baca : rakyat) mempertanyakan cara pencalonan para caleg ini. Ketika ada poster dipinggir jalan rakyat, terkadang berupa baliho berukuran besar...tak jarang kita bertanya dalam hati: siapa lagi ini..? Bahkan rasanya kok lebih iklas dan rela mengeluarkan biaya pulsa SMS untuk memilih idola cilik atau indonesian idol? Ini swear...tetangga saya yang lain juga sama. Ternyata, kita sudah pada tau bagaimana tingkah polah calon2 idola itu. Setiap hari ditayangkan profilnya. Makanya kita jadi ngeh, ooh..yang namanya ini ternyata sukanya ngorok kalo tidur...o..si anu itu ternyata masih harus ditemani mamanya kalo mau ke wc, eh tau gak, trnyata, si cakep itu masih takut lo di kamar gelap...nah! nangkep kan maksud saya...? Jadi kesimpulannya, golput untuk alasan tidak kenal dengan para calonnya adalah bisa dibenarkan.

Kesimpulan finalnya, golput apa dibenarkan? Bagi saya itu masih tergantung. Jika selama beberapa bulan kedepan, rakyat masih memegang 4 alasan itu, bukan tidak mungkin golput akan merajalela. Bukan ancaman, cuman sindiran...(piss....a.a.aa.h)

Rakyat rupanya berharap pilihan mereka tidak salah sasaran. Karena memilih adalah bentuk pertanggungjawaban kepada kemajuan bangsa. Sadarkan rakyat, bahwa memilih adalah bentuk dari kebangkitan kesejahteraan keluarga. And then, buktikan itu semua. Bullshit lah dengan sederatan program...kami para rakyat hanya tidak ingin dibohongi lagi. Kenyataan: sebagian masyarakat sudah berpendapat : memilih caleg pada pemilu adalah bukan untuk kemajuan bangsa tetapi untuk membantu mereka para caleg mencari pekerjaan sebagai anggota dewan perwakilan rakyat yang digaji berpuluh2 juta rupiah, dengan tunjangan hidup yang mewah(mobil, handphone, listris, telepon, laptop dsb). Mbok ya mengerti, kalau gaji dan tunjangan itu bukan uang negara, tetapi uang rakyat...Liat dong, pendidikan masih mahal, buku masih tidak kebeli, para buruh masih menanggung utang kesana kemari, pak polisi juga minta kesejaahteraan lo...supaya tidak 'mencari penghasilan tambahan', guru ditambah lagi gajinya....para PNS dipekerjakan dan digaji sesuai pekerjaannya...jgn menggaji para PNS yang kerjanya ndak jelas....beri jaminan investasi...ujung2nya, kalo kurang dananya, kan ada pajak...kan ada gaji presiden, menteri dan wakil rakyat.. bisa dong dikurangi barang berapa juta kek per bulannya...kan kita juga punya beberapa koruptor kelas kakap...tangkap, penjarakan dan sita kekayaannya, buat pembangunan dengan dana sitaan koruptor itu..

Wah masih banyak sih uneg2...tp karena mau sholat Jum'at...break dulu....jadi Kenapa harus Golput? Kenapa harus Memilih?
Piss ya, pak..!!!





11 komentar:

  1. Wacchh Asyik tuh indo jadi rame banget klo udh pemilu..rame konvoi,rame tawuran,rame suap-menyuap..hebohh dechh apalagi ko udah pemilu,para pejabatnya pasti mulai pasang aksi buat acara korupsi besar2an...

    yang dibawah ngiler dechh

    BalasHapus
  2. BEYUHHH ..pertamaxxx toh tadi..wekekkek..
    Mana hadiahnya kang..aku udah ada dipapan atas nichh??

    BalasHapus
  3. egp...
    *ngeloyor pergi*

    hehehhe..
    pemilukada sumsel kemarin aku golput loh :D

    BalasHapus
  4. wew pemilu, saya udah 3 x golput, berturut2 lagi :D, kata adek kelas saya , pak amin rais bilang, golput gak apa2 asal gak ngajak2

    BalasHapus
  5. Sebenernya kalo kita golput artinya kita kehilangan kesempatan untuk memilih pemimpin. Ya taruhlah pilih yang terbaik diantara yang ada. Kondisi negara kita sekarang lebih baik kan at least untuk pemberantasan korupsi. Itu menunjukkan government willing

    BalasHapus
  6. Wah memang berat sieh masalah golput-ga-golput yang adalah hak setiap calon pemilih.

    Kalo ga golput: Setidak-tidaknya, baik buruknya pemimpin yang kita pilih, kita sudah berpartisipasi dalam demokrasi Indonesia: "Satu suara dari sekian juta itu coblosan saya lhoo" (kata Brad Pitt kepada Angelina Jolie).

    Kalo golput: berarti sudah dalam keadaan kecewa berat dengan pemerintah yang lalu, atau sudah tahu dengan kondisi calon pemimpin sekarang yang menurut kita "kurang" becus.

    Lha koq saya jadi nulis panjang-sotoy-mode:on :D

    quote: "Pak Amin Rais bilang, golput gak apa2 asal gak ngajak2"

    Hihihi ^^
    Oiya, salam kenal ya bro

    BalasHapus
  7. wah klo melihat suasana kota skrg yg penuh janji2 dan doa restu dari para caleg di balihonya, saya golput ajah...
    belom jadi aja dah janji2, dan 100% itu pasti tinggal janji klo mereka naik, hhhhh...

    salam kenal dari saya :) linknya dah sy pasang di blogroll, makasih ya...

    BalasHapus
  8. @anita: makanya pulang non...
    @easy : seneng ya jadi golput...
    @baladika: wah ini nih, raja golput...
    @prameswari: iya sih, milih yg terbaik dari yg jelek2. gt maksudnya?
    @Donny: jadi gmn nih, golput dibenarkan apa tidak bos?
    @belly: kayak sih gt bos...!thnks linknya...:)

    BalasHapus
  9. saya golongan orang2 beriman bro, Insya Alloh
    hehe

    BalasHapus
  10. hehehe saya udah lupa tuh dah berapa kali golput hehehe, besok lagi ga yap? :D

    BalasHapus
  11. GAK BOLEH GOLPUT DOOONKKK!!!!
    Setidaknya ayo kita berusaha nyari pemimpin yang terbaik... emang alasan golput apaan????
    jenuh, gak puas, merasa dibohongi?? apakah dengan golput bisa nyelesaiin itu semua??
    golput gak akan mengubah apa2... tapi kalo kita milih sungguh2 (disertai doa. hehe) ada kesempatan kita bisa ngedapetin pemimpin terbaik.. yang bikin kita kecewa n salah pilih itu kan gara2 kita gak menganalisa dengan baik calon2 kita.. jangan jadikan males mikir sebagai alasan golput donk.. ini negara kita. baik buruknya di tangan kita.. kenali calon dan pilih yang terbaik.. golput itu kriminal!!!!

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !