05 Juni 2009

Konflik Indonesia - Malaysia : Sejarah Terulang ?

BY Nunung Indrianto IN , 15 comments

Konflik Indonesia - Malaysia : Sejarah Terulang ?Pernah membaca sejarah konflik Indonesia - Malaysia pada masa presiden Soekarno dahulu? Akankah sejarah itu bakal terulang? Tulisan ini bukan untuk mengungkit kembali sejarah waktu itu. Tetapi ini hanya ungkapan pemikiran saya, apalagi di minggu-minggu terakhir ini, beberapa peristiwa cukup membuat kita bertanya, ada apa Konflik Indonesia dengan Malaysia? Sejak kasus Manohara, kemudian kasus Ambalat yang sampai saat ini belum berakhir telah membuat media massa di tanah air mengkritik pemerintah karena tidak tegas terhadap Malaysia. Benarkah Indonesia dan Malaysia akan berkonflik dan berseteru kembali?

Saya bukan ahli sejarah, ahli tata negara atau juga saya bukan ahli hubungan internasional. Kasus Manohara yang melibatkan seorang warga Indonesia dengan warga Malaysia yang kebetulan, putra seorang raja di negeri Jiran tersebut, kemudian berita pelanggaran kapal patroli laut Malaysia yang memasuki wilayah RI secara berulang-ulang. Apakah ini berarti akan terjadi sejarah waktu itu lagi?

Sekilas mari kita buka kembali buku sejarah kita tentang Konfrontasi Indonesia vs Malaysia tahun 60-an dulu. Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan pulau Kalimantan, antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961. Keinginan itu ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap Malaysia sebagai "boneka" Britania.


Tetapi maaf, saya tidak akan terlalu berlama-lama dengan cerita masa lalu ini, karena intinya konflik Indonesia dengan Malaysia pernah terjadi yang melibatkan perjuangan politik (Indonesia keluar dari PBB) dan mengangkat senjata (beberapa wilayah di pantai barat daya Johor, di perbatasan Johor-Malaka dan di wilayah Labis Johor terjadi kontak senjata dan pengerahan angkatan militer).

Pertanyaan saya sekarang, apakah kasus2 seperti pelanggaran batas wilayah oleh Tentara Laut Diraja Malaysia terhadap wilayah NKRI akan membawa Indonesia berkonflik kembali dengan Malaysia? Banyak di antara kita geram dengan ulah Malaysia, dan tambah geram lagi dengan ulah pimpinan negeri ini yang tidak atau mengeluarkan sikap tegas. Beberapa ormas sudah menyatakan dirinya siap maju menjadi sukarelawan untuk membela kehormatan tanah air dan berperang melawan Malaysia. Salah seorang pimpinan negeri bahkan secara tegas menyatakan KITA SIAP BERPERANG DENGAN MALAYSIA !

Wah wah....apakah segawat itu? Ini pendapat dan tulisan saya....jika memang kita yakin Malaysia telah mengganggu kedaulatan NKRI, tentu jangan ragu-ragu untuk bertindak. Saya setuju dengan ketegasan ini. Tetapi, perang adalah jalan terakhir. Dan bukan itu hakikatnya. Yang kita perlukan adalah ketegasan untuk kenyamanan dan terjaganya harga diri untuk bersama hidup di antara tetangga ini. Saya tidak mengerti dengan aturan militer, namun sebagai orang awam, memberi peringatan adalah hal yang wajar. Apa saja bentuknya? Bisa dengan tembakan ke kapal patroli mereka, dan atau melayangkan protes keras sampai pemutusan hubungan diplomatik.

Tetapi ingat juga, tolong juga dicatat, bahwa ada berapa juta masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja mencari sesuai nasi di Malaysia? Apa yang kita harus persiapkan untuk mereka semua. Ini bukan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan. Saya tidak akan berbicara soal senjata militer, saya dengar kita kalah jauh dengan senjata Malaysia. Tetapi jujur saja, untuk membela kedaulatan bangsa dan negara ini, mati berjuang adalah sebuah kebanggaan.


Sekarang masalahnya, sejauh apa ketegasan sikap dan kesiapan pemerintah dan pucuk-pucuk pimpinan negeri ini untuk itu semua? Saya kita kita tidak bisa berperang dalam situasi politik seperti sekarang ini. Kecuali semua sepakat, pemilu diundur. Pemerintah juga tidak bisa mengatakan kita siap perang dengan Malaysia, tetapi kita lupakan saudara-saudara kita yang tinggal dan bekerja di sana. Ini harus kita pikirkan bersama. Perhatikan betul bahwa kita akan berkonfrontasi dengan negara di mana jutaan warga negeri ini ada di negara tersebut.

Para pemimpin negeri ini masih sibuk berkampanye dan berorasi, berjanji ke sana kemari untuk memenangkan kursi presiden. Apakah itu berarti menandakan kita siap berperang?

Lantas apakah juga berarti kita membiarkan saja tindakan Malaysia yang berulang-ulang merongrong wilayah kita? Tentu tidak. Pemerintah, dalam hal ini presiden seharusnya memberikan nota protes keras kepada pemerintah Malaysia.

Tegas! Protes! Jika kita memang benar, mengapa kita ragu-ragu?
!

15 komentar:

  1. greet to recognize from us of blogger beginner
    the content yours this blog give inspiration to readers. at one blow of knowledge which is good for..
    successful hopefully always in everyday activity.
    jangan lupa kunjungan baliknya ya

    BalasHapus
  2. Lawan aja tuh Malaysia yang Licik!!!!
    kita siap berperang untuk mempertahankan Nusantara!!!!

    BalasHapus
  3. sy malaysian..
    soronok membaca blog ni..tp ada fakta2 yg slah disini..
    sbaik2nya dibawa bebincang atau didiskusi kn

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya melihat sendiri bahwa kapal malaysia memasuki diam-diam ke wilayah NKRI , you FUCK MALINGSIAL

      Hapus
  4. pe kata,awk dengar cerita,or berita dr pihak kami di malaysia??

    BalasHapus
  5. maaf untuk anonim.
    bukannya saya mengabaikan dengan anda, tetapi tidak bijak jika ingin berniat diskusi, sedangkan nama anda saja tidak anda sebutkan.
    lagipula, saya hanya blogger biasa, tidak pandai soal sejarah....tetapi jika ingin berdiskusi lebih lanjut atau ingin memberikan informasi dari pihak anda, malaysia, silakan. tentu kami menyambutnya...tapi sekali lagi, silakan tunjukkan jati diri anda.
    apakah saya harus berdiskusi dengan mahluk halus...hehe...piss.

    BalasHapus
  6. jika indonesia - malaysia berperang untung besar donk negara2 produsen senjata.
    tapi yang menangis justru anak2 indonesia sendiri

    trus yg warga indonesia yg uda pnya IC disana apa tidak justru nanti mereka yang akan angkat senjata melawan bangsa indonesia, tp saya yakin SBY tak sebodoh tokoh nasional yg lain, Beliau tau betul letak permasalahan nya, beliau itu orang bijak. Perang bukan jalan terbaik dan sangat tidak diingin kan oleh kedua rakyat bangsa ini

    BalasHapus
  7. Saya rakyat Indonesia yang sudah lebih 5 tahun menetap di Malaysia. Tulus saya bilang saya selesa berada di sini (Malaysia) kerana setiap tahun makin ramai rakyat Indonesia yang hijrah ke Malaysia membuat saya seperti berada di tanah air sendiri. Ini konflik antara Indonesia dan Malysia tidak seharusnya terjadi hanya berdasarkan kasus Manohara dan Ambalat sahaja. Sejauh manakah kita semua tahu Manohara juga tidak bersalah atau mereka2 cerita dongengan. Sepanjang saya berada di Malaysia bersama rakan2kami yang lain, kami tidak berasa sebarang api benci masyarakat Malaysia terhadap kami warga Indonesia. Tidak seperti kebencian di negara lahir kami terhadap masyarakat Malaysia. Jelas mengapa mereka di sana begitu benci kepada warga Malaysia? Pernahkah mereka berada di Malaysia? Mungkin ada berita rakyat kita didera orang Malaysia tetapi itu lumrah manusia. Tidakkah kita juga berbuat begitu, membuli dan mendera jika terjumpa pelajar2 malaysia di Indonesia?

    BalasHapus
  8. @anonim: Dalam hemat pemikiran saya, konflik Indonesia Malaysia sebernarnya memang tidak perlu terjadi...jika masing2 saling menjaga. Masyarakat di Indonesia sekrang ini memang sedang marah dengan ulah Malaysia yang seakan2 memancing reaksi kita. Bukan saja soal Ambalat dan Manohara...tetapi yang terbaru, seperti Tarian pendet dan pulau Jemur di Riau...mungkin kita memang harus introspeksi diri juga...mungkin negeri kita banyak dihuni para koruptor atau bajingan...tp tentu kita tidak rela jika ada orang lain mengusik negeri kita....Namun memang, harus diambil jalan sebijak mungkin...sesukses apapun anda di Malaysia, namun apakah anda rela jika Malaysia menginjak2 harga diri negara kita dengan berkali2 memancing emosi kita? Tarian Pendet kan jelas2 dari Bali, kenapa mereka memasukkan dalam iklan promosi Malaysia? dan tanpa ijin secara resmi? dan untuk kasus inipun, pemerintah malaysia tidak meminta maaf, namun menuding kesalahan kepada pihak ke-3....apakah kita sangat berlebihan jika kita tidak rela dengan tindakan malaysia?apakah anda tidak marah saudaraku?kita semakin marah karena pemerintah Indonesia lamban mengatasi hal ini....jADI INI BUKAN SOAL BENCI MEMBENCI RAKYAT INDONESIA DAN MALAYSIA...ini soal hubungan antar negara bertetangga...kerabat saya juga banyak di Malaysia...mari kita liat sesuatu dengan adil...

    BalasHapus
  9. KEPADA NINDRIANTO..
    Anda yg bajingan sebenarnya..
    tulis lah benda yg baik skit pada blog anda..
    tak baik memfitnah,memprovokasi..
    RAKYAT MALAYSIA tak ingin LANGSUNG mengambil tahu hal anda kalau anda sombong begini!

    BalasHapus
  10. DARI PADA PERANG DENGAN MALASYIA MENDING NGABISIN DUWIT HASIL KORUPSI BAPAK GW...

    KALO MAU PERANG SONO, ORANG MISKIN YANG PERANG, YANG KAYA NIKMATIN HIDUP

    AKU ORANG KAYA GAK MAU PERANG.. DASAR WONG MISKIN, BEGO, GOBLOK PIKIRANE PERANG AE

    BEGO BEGOOO BEGOOO BEGOO MISKIIIIN MISKIIIIN MISKIIN GOBLOOOOOOOOOOOOOOK

    BalasHapus
  11. hehe, thanks buat anonim dan gayus...saya sangat menghargai komentar Anda semua...apapun tentang masalah negeri tetangga ini harus terus dicari solusinya, masalah kadang tidak datang dari orang lain, tetapi mari kita introspeksi ke diri kita juga...:)
    salam cinta damain dari saya...- nindrianto -

    BalasHapus
  12. Kita hadapi dengan senyuman, kata si dewa dalam lagunya.... yang jelas NKRI Harga Mati " Kutipan Bung Karno" tapi jalan damai harus didahulukan

    BalasHapus
  13. kang hasim: sing didahulukan mestinya anak kecil, kaum dhuafa, orang tua dan wanita hamil...:) piss...anyway, bener, jalan damai, rundingan, adalah jalan yang paling bijak, tp tegas.bukan begitu?...thanks koment-nya.

    BalasHapus
  14. satu rumpun melayu tak seharusnya berseteru
    dalam hidup bertetangga seharusnya saling menjaga
    menepikan masalah SARA
    mencitakan sebuah hubungan yang selesa

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !