06 Agustus 2009

Membeli Rumah Menjual Mimpi

BY Nunung Indrianto IN , 5 comments



Anda pernah bermimpi membeli rumah? Atau bermimpi memiliki rumah idaman? Lebih baik segera wujudkan mimpi Anda. Karena rumah adalah investasi yang sangat bagus. Tentu pilihlah lokasi dan kualitas bangunan yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Namun jika Anda belum memiliki mimpi untuk membeli rumah, segeralah bermimpi. Lalu jika sudah bermimpi, segeralah baca kalimat awal artikel ini. Loh.... hmmm, sebegitu pentingkah membeli rumah?


Mumpung ada kontes penulisan soal rumahku impianku, jadi saya ingin bercerita sedikit. Saya pernah membangun sebuah rumah di bilangan Sidoarjo, atau tepatnya daerah Sepanjang. Sekian lama kami membangun dan tinggal di rumah itu, singkat cerita, genap satu tahun saya harus menjual rumah itu. Hmm...apakah saya bersedih? Tentu tidak.

Apakah saya tidak betah di rumah pertama itu? Hmm, tidak juga. Justru kami merasa, itulah rumah idaman kami. Kedamaian saya bersama keluarga ada di sana. Di rumah yang hanya berpagar potongan bambu dan halaman hanya ditanami sebatang pohon jambu biji merah dan beberapa tanaman obat dan sayuran. Rumah yang saya desain sendiri bak rumah jaman dulu. Kami menyebutnya "rumah nenek", hehehe. Rumah yang dibangun di atas lokasi kaplingan dan masih belum berbentuk rumah yang sempurna, namun bagi saya sekeluarga, itulah rumahku istanaku. Lokasinya yang dikelilingi padang ilalang mengingatkan saya dengan kampung saya di Jember. Desain eksterior dan interiornya saya buat nyaman bagi tamu untuk betah dan bersantai sambil memandang ke hamparan padang ilalang. Saya ingat ketika teman saya berujar: Weh, rumahmu ini kok gak ada modelnya sih? Hehe, tapi dia betah kalo maen di rumah kami..:)

Semua ini hanya mimpi, rumah idaman ini masih impian. Ada hal lain yang lebih nyata yang harus kami sadari. Kami harus segera melepas mimpi ini...


Di lokasi perumahan kaplingan itu, ada beberapa petak yang sudah dibangun rumah, namun rata-rata tidak berdekatan. Saya teringat ketika saya bersantai di sore hari, sinar mentari dari arah barat, angin sepoi-sepoi dan sayup-sayup terdengar suara anak-anak mengaji dari sebuah surau yang berada kira-kita 100 meter dari rumah kami. Teringat juga, istri menyapu halaman dan si kecil yang bermain-main lempar-lempar kerikil ke arah hamparan ilalang. Wah, asli nih, jadi ingat semuanya. Teringat juga saat teman-teman maen ke rumah kami dan kita bercengkerama di sebuah bale-bale (lincak) depan rumah. Wuiiih, ampun..jadi kangen.

Naah, setelah setahun saya dan istri tinggal di rumah idaman waktu itu, sebuah keputusan harus kami ambil. Kami harus menjual rumah ini dan menggunakan sebagian hasil penjualan rumah ini untuk modal usaha. Dan sisanya untuk mengambil kredit perumahan. Dikarenakan keuangan sudah minim, maka kami mau tidak mau harus membeli perumahan (tentu kredit saja) di kampung, sekalian menjalankan usaha di sana. Pertimbangan kami, selain keuangan, juga soal usaha kami. Saya kira bukan sebuah kesalahan apalagi kami tidak menggunakan semua keuangan untuk modal usaha, karena jika begini maka saya mengabaikan keluarga saya. Iya nggak sih? Sekarang bukankah sudah banyak perumahan KPR -bersubsidi dengan berbagai harga, kualitas dan sistem subsidi dari perbankan. Kenapa juga tidak kita manfaatkan hal ini? Kata seorang teman yang seorang developer, pandai-pandai saja menggali informasi soal perumahan dan kebijakan-kebijakan pemerintah seputar perumahan rakyat dan subsidi.... Hmm betul juga sih.



Akhirnya, tidak sampai 3 bulan, rumah idaman itupun laku dan segera saya mulai menjalankan usaha dan mencari lokasi perumahan yang pas. Sambil berdoa mudah-mudahan kami bisa membangun rumah idaman kami lagi....Alhamdulillah, sekarang saya bisa tetap memiliki rumah dan menjalankan usaha, meskipun semuanya serba sederhana: rumah sederhana dan usaha yang juga sederhana..... Pada akhirnya kami harus melepas semua mimpi itu dan melanjutkan hidup. Pesan saya: Segera jual mimpi-mimpi Anda, dan belilah rumah...piss ah.

5 komentar:

  1. Selamet yach... Semoga saya bisa memiliki rumah idaman seperti itu...

    BalasHapus
  2. Sederhana tapi rumah sendiri toh :) manteb toh :)
    Ga kaya saya masih di vila mertua indah :(
    Semoga sukse dengan kontesnya ya.. ;)

    BalasHapus
  3. kalau menurut saya pribadi, rumah itu yang penting nyaman. tidak harus megah-megah

    BalasHapus
  4. thanks bos dah ngajakin aku mampir ngopi, :)
    selamat berlomba deh.
    makin banyak aja kontes yang diikutin neh.
    selamat berjuang !

    BalasHapus
  5. Alangkah bahagianya punya rumah Sendiri,tunggu sukses dalam bisnis online Jual Lukisan dlu deh, baru beli rumah Idaman
    Salam kenal...Trims :)

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !