18 Januari 2010

Obat DBD : jambu biji merah atau jambu biji?

BY Nunung Indrianto IN 2 comments




Benarkah Obat DBD atau Demam Berdarah Dengue itu jambu biji merah? ataukah jambu biji biasa, atau dalam bahasa sehari2 saya, jambu kluthuk? Sebelum kita membahas soal per-jambu-an ini, mari kita simak dulu, apa sih penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD ini?  

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti (wikipedia).

Gambaran Klinis
Demam yang akut, selama 2 hingga 7 hari, dengan 2 atau lebih gejala ? Gejala berikut : nyeri kepala, nyeri otot, nyeri persendian, bintik-bintik pada kulit sebagai manifestasi perdarahan dan leukopenia.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian. Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopena dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.



Sebuah penelitian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR menyebutkan bahwa dengan metode Quasy Eksperimental dengan model Pre Post Study Design dimana penderita demam berdarah dengan kriteria tertentu sebelum dan sesudah pemberian jambu merah dilihat nilai trombositnya, dengan jumlah responden sebanyak 17 orang dan data hasil kegiatan dianalisa dengan uji t.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 100 % penderita demam berdarah yang nilai trombositnya sebelum mengkonsumsi jambu merah adalah dibawah normal, maka setelah mengkonsumsi jambu merah sebanyak 64 % nilai trombositnya meningkat menjadi normal. (lihat http://lanjut.in/obatDBD). Memang harus dilakukan penelitian lebih mendalam menurut peneliti ini, agar jambu biji tersebut dapat dimanfaatkan secara effektif untuk keperluan pengobatan sehingga angka kematian akibat demam berdarah dapat di hilangkan disamping sosialisasi informasi yang benar kepada masyarakat tentang manfaat dari jambu merah tersebut. Jadi jambu biji merah menurut penelitian ini adalah sebuah solusi yang tepat.



Bagaimana dengan Jambu Biji sebagai obat DBD?
Sebuah penelitian yang dilakukan, lagi-lagi dari Unair, namun kali ini dari Fakultas Kedokteran Unair bekerjasama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Mereka secara intensif sejak 2003 melakukan penelitian terhadap ekstrak Daun Jambu Biji dan pengaruhnya terhadap penyakit DBD. Dilaporkan dari penelitian ini, bahwa ekstrak Daun Jambu Biji TERBUKTI dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik (lihat di http://lanjut.in/jambubijiDBD). Intinya DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Namun sebuah tulisan dan pernyataan seorang Ketua SMF Anak dan Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram, Dr dr Hananto Wiryo SpA, memaparkan bahwa adalah menyesatkan jika mengatakan bahwa cara antisipasi DBD adalah jambu biji.  Karena menurutnya belum ditemukan satu pun obat yang pas untuk DBD, apalagi jika sudah terlambat dalam hal penanganan. Jadi intinya adalah, jika pasien DBD bisa ditangani secara dini, maka Puskesmas pun bisa menangani. Tapi jika terlambat, medis tidak dapat menjamin, apalagi dengan jambu biji. Jadi jangan sampai kita terlalu percaya dengan isu yang tidak jelas ini.Wah, jadi gimana dok?


Menurut saya pribadi, obat DBD bisa saja ekstrak Jambu Biji Merah, Jambu Biji atau yang lainnya, seperti ditulis dalam http://lanjut.in/atasiDBD. Dan juga diperlukan penanganan yang tepat dari sisi medis, yaitu segera diperiksa ke dokter atau cek darah di lab. Itu adalah usaha maksimal yang bisa dilakukan. Selain itu, sering-sering mencari informasi seputar DBD adalah penting. Namun, yang terpenting adalah upaya pencegahan. Mari kita bersama-sama waspada terhadap penyakit Demam Berdarah ini.


(tulisan ini saya dedikasikan untuk keluarga saya, khususnya untuk keluarga Mas wawan-mbak Yuli, Sumobito-Jombang yang baru saja kehilangan putra bungsunya setelah menderita DBD...selamat jalan Azfar....)

2 komentar:

  1. setauku yang penting bayar obat sama istirahat,hehe
    bayar rumah sakit juga penting,,loh kok,,heheh
    maaf2,hehe

    BalasHapus
  2. jambu biji dan jambu merah sama2 bagus buat perawatan demam berdarah. Untuk pasien demam berdarah sebisa mungkin jangan pilih2 dan asupkan sebanyak2nya nutrisi yang bisa meningkatkan trombosit.

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !