01 Maret 2010

Beda Gempa di Indonesia, Chili dan Haiti

BY Nunung Indrianto IN No comments


Ada perbedaan menarik dari peristiwa gempa Indoenesia, Haiti dan Chili. Sudah mendengar terjadinya gempa di Chili, hari Sabtu 27 Februari 2010? Hingga pagi ini, Senin, 1 Maret 2010, korban meninggal mencapai 700 orang lebih. Sebelum ini peristiwa gempa besar juga melanda Haiti, kawasan Pasifik Amerika. Korban gempa di Haiti mencari 200 ribu orang meninggal. Sedangkan, di Indonesia, gempa besar terakhir adalah Gempa di Padang, Sumatera Barat, yang mencapai korban meninggal lebih dari 1.000 orang. Terlepas dari masalah takdir dan musibah, mari kita lihat kenapa dan bagaimana perbedaan gempa di Indonesia, Haiti dan Chili

Mari kita simak terlebih dahulu perbedaan gempa di Haiti dan Chile (2010). Kedua negara ini berlokasi di Benua Amerika dan Pasifik. Gempa berkekuatan 8,8 SR yang melanda Chili 500 kali lebih kuat dibandingkan dengan gempa 7 SR yang mengguncang Haiti bulan lalu. Tapi tingkat kematian dan kerusakan di Chili tidak sedahsyat seperti yang terjadi di Haiti. Jumlah korban gempa di Chili lebih sedikit daripada jumlah korban gempa di Haiti. Korban tewas akibat gempa di Chili untuk sementara baru mencapai 700 jiwa, sedangkan korban tewas di Haiti menembus angka 200 ribu jiwa. Di Chili, jumlah orang yang kehilangan rumahnya lebih sedikit dibanding Haiti, kemudian juga jaringan telepon dan komunikasi bisa dipulihkan dalam waktu 5 jam.

JIka dibandingkan, kekuatan gempa di Haiti hampir sama dengan kekuatan gempa di Padang, Tetapi kekuatan gempa di Chile jauh lebih dahsyat dari gempa Padang dan Haiti. Bahkan Tsunami sempat menjadi warning untuk pesisir Hawaii. Namun pihak terkait akhirnya menarik peringatan tersebut. Saya jadi ingat Prediksi gempa dan tsunami 2010-2011. Dan kerusakan gempa di Chili jauh lebih "ringan". Inilah yang membuat saya tertarik. Sebenarnya bukan masalah dari berapa kekuatan gempa, yang bisa menyebabkan perbedaan tingkat kerusakan akibat gempa-gempa ini. Karena, kalau kita simak lagi, gempa di Padang, berkekuatan 7,6 dengan kedalaman pusat gempa 80 km. Gempa di Padang ini memang sangat dahsyat. Sedangkan gempa di Haiti dengan kekuatan 7SR, dengan kedalaman pusat gempa 'hanya' 10 km saja, alias cukup dangkal. Dan kedalaman pusat gempa di Chili adalah cukup dalam yaitu 35 km.

Apakah kondisi bawah tanah ketiga lokasi tersebut berbeda, dan membuat perbedaan karakteristik gempa yang signifikan terhadap impact atau dampak ke permukaan? Kalau soal ini, tentu iya. Tidak ada kesamaan identik di setiap lokasi bumi. Yang ada hanyalah kesamaan dalam arti potensi dan ketahanan bantuan akan gempa. Untuk hal ini tentu harus ada analisa lebih teknis dan ilmiah, maaf bukan di blog ini tempatnya. Mungkin Anda bisa menyimak di websitenya USGS (US Geological Survey) atau di blog dongeng geologi-nya bung Rovicky.

Lantas bagaimana perbedaan Gempa Indonesia (Padang), Haiti dan Chile, yang lainnya? Ternyata, Chili relatif sangat siap dalam menghadapi gempa. Peristiwa tahun 1960 lampau, saat gempa terkuat yang pernah ada berkekuatan 9,5 SR meluluhlantakkan Chili, menjadi pengalaman berharga bagi negara tersebut. Sekolah-sekolah bahkan melakukan latihan gempa rutin bagi para siswanya. Undang-undang di Chili mengharuskan setiap bangunan untuk memiliki konstruksi tahan gempa. Para penyelamat juga telah terlatih dengan baik dan dapat dengan sigap terjun ke lokasi. Haiti, negara kecil ini sejak abad 19 tidak pernah diguncang gempa. Sebagian besar rumah dan bangunan terbuat dari batu bata dengan konstruksi yang sangat rentan. Tentu saja hal ini menjadi semacam jebakan maut ketika gempa 7 SR mengguncang pada 12 Januari lalu. Akibatnya dalam hitungan jam, ratusan ribu nyawa melayang dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Satu faktor lagi mengapa gempa-gempa ini berbeda adalah tingkat perekonomian kedua negara. Seperti diketahui, Haiti merupakan salah satu negara termiskin di dunia, sedangkan Chili merupakan salah satu negara termakmur. Kerusakan parah terjadi di ibukota Haiti yang menjadi pusat dari segala aktivitas, namun pemerintah justru ‘menghilang’ saat gempa terjadi. Peneliti dari USC Earthquake Center, Mark Benthien, menyatakan, gempa di Chili yang terjadi pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 03.34 waktu setempat atau pukul 15.34 WIB ini, menyebabkan 512 getaran lebih banyak dibanding gempa Haiti. Hal tersebut menghasilkan keretakan yang lebih besar dengan wilayah lebih luas. Durasi getarannya juga lebih lama. Sedangkan di Indonesia? Anda semua lebih tahu. Yang saya paham betul, Indonesia adalah negara kelahiran saya...:))

0 comments:

Posting Komentar

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !