06 April 2010

Breathingearth : Cara Tau Emisi CO2 di Bumi

BY Nunung Indrianto IN No comments


Dibanding dengan negara Amerika Serikat, faktor pemanasan global lebih cepat justru dicapai di paru-paru bumi, negeri agraris, Nusantara ini.

BUMI MAKIN PANAS. Jika anda seorang yang sedikit peduli dengan perkembangan bumi yang semakin panas, atau anda ada kepedulian dengan lingkungan, website PETA PERKEMBANGAN EMISI CO2 REAL TIME ini perlu Anda simak.

Website www.breathingearth.net adalah sebuah layanan online simulasi emisi CO2 di seluruh wilayah negara seluruh dunia, termasuk di dalamnya laju kelahiran bayi dan kematian, secara real time. Peta keadaan lingkungan bumi in menampilkan bertambahnya laju emisi CO2, kelahiran bayi ataupun kematian di berbagai titik di muka bumi yang ditandai dengan titik-titik cahaya. Laju titik putih berarti seorang bayi lahir, dan sebuah titik cahaya hitam muncul berarti ada seorang manusia yang meninggal. Lainnya, adalah titik cahaya merah berarti terdapat 1.000 ton emisi CO2 telah tercapai di wilayah tertentu. Kita juga bisa mengarahkan mouse pointer untuk mengetahui keadaan statistik di sebuah wilayah atau negara. Misalkan saja kita arahkan ke negeri kita ini, Indonesia, maka akan tampil sebuah statistik : jumlah penduduk hampir 250 juta, tepatnya 246.062.025 (saat saya menulis artikel ini). Ini juga akan terus bertambah. Mungkin ketika Anda baca postingan ini tidak lagi angka tersebut yang keluar. Data lainnya adalah seorang bayi lahir di setiap 6.9 detik, dan di setiap 21.3 detik. Wew....

Lantas bagaimana dengan emisi CO2 di Indonesia? Dari data breathingearth.net ini, emisi CO2 di Indonesia dicapai 1.000 ton emisi di setiap 1.4 menit. Berarti berapa ton emisi CO2 di Indonesia setelah 1 jam berikutnya? Kalau 1 hari? kalau sebulan, setahun? Apalagi jika tidak ada perubahan perilaku manusia Indonesia dan didukung kebijakan pemerintah...bagaimana panasnya negeri ini? Sebagai perbandingan dengan  negara Amerika Serikat, disana meskipun negara industri dan maju, namun laju emisi CO2 lebih lambat, yakni mencapai 1.000 ton emisi di setiap 5.3 detik. Artinya faktor pemanasan global lebih cepat justru dicapai di paru-paru bumi, negeri agraris, Nusantara ini.....!!! wah. Hmm.....

Apakah data dari Peta Emisi CO2 di www.breathingearth.net ini valid dan reliable? Website ini memaparkan bahwa data dari peta breathingearth ini diambil dari Pusat Data Laju Kelahiran dan Kematian dari CIA World Factbook, yang dikeluarkan oleh CIA, USA. Selain itu, Data Emisi CO2 diambil dari Data from the United Nations Statisctic Division. Ancaman perubahan iklim dan pemanasan global memang sudah terasa akhir-akhir ini. Dan itu menjadi masalah terbesar manusia. Para ahli dan pembuat kebijakan termasuk PBB, para petinggi negara hingga kaum alim ulama pun harus ber-konferensi membahas masalah ini. Sebagai blogger, saya hanya bisa menyampaikan lewat artikel ini, mari kita jaga baik-baik bumi kita. Mungkin dari hal-hal kecil, misalkan kurangi penggunaan listrik di rumah kita. Artinya pemakaian dibuat seperlunya saja. Masak TV dari bangun tidur pagi hari terus menyala hingga sore hari....??? Itukan juga ikut membantu pemborosan energi...


0 comments:

Posting Komentar

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !