25 November 2010

Hari Guru Nasional: Haruskah dirayakan?

BY Nunung Indrianto IN 1 comment

Pertanyaan dari kalimat judul : Hari Guru Nasional, haruskah dirayakan, tentu merupakan sebuah pertanyaan retorika semata. Karena jawabannya sudah pasti, yaitu YA, harus dirayakan. Namun jika pertanyaan tersebut dilanjutkan Haruskah dirayakan seperti apa? Maka pertanyaan ini menjadi sulit terjawab. Lebih konkret lagi, bentuk dan model perayaan untuk Hari Guru Nasional tidak bisa ditentukan dengan satu atau dua cara saja. Membutuhkan pemikiran mendalam untuk menjawab pertanyaan tersebut. 


Perayaan sebuah hari seperti Hari Guru Nasional sebenarnya sama dengan perayaan hari Nasional lainnya. Pemerintah sudah menetapkan tanggal 25 Nopember sebagai Hari Guru Nasional tentu sebagai bentuk penghargaan dan pengingat kepada semua pihak di negeri ini untuk lebih menghargai jasa-jasa seorang guru dan lebih jauh untuk peningkatan kualitas pendidikan nasioanl yang untuk hal ini, guru memegang posisi yang sangat vital. Biasanya sebuah perayaan hari nasional seperti Hari Guru Nasional dirayakan secara resmi oleh pemerintah dengan pidato kenegaraan atau sambutan Menteri Pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan acara-acara lain yang merupakan rangkaian dari peringatan tersebut. Misalkan saja seminar nasional peranan guru, hingga kegiatan perlombaan guru teladan dan sebagainya.


Guru = orang yang digugu dan ditiru, artinya orang yang selalu dicontoh dan diteladani segala tindak tanduknya. Guru lebih dari seorang profesional seperti dokter atau karyawan perusahaan. Guru adalah wakil Tuhan, karena melalui guru inilah, pengetahuan Ilahi akan diberikan kepada manusia..

Hari Guru Nasional tentu dimaksudkan untuk pengingat kepada kita, betapa penting seorang guru dalam peranannya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, peningkatan profesionalitas guru dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup semua aspek dalam keguruan. 
 
Namun adakah langkah kongkret untuk itu semua? Kita tentu sering melihat bagaimana demo yang dilakukan ribuan guru honorer dari berbagai daerah di tanah air yang menuntut segera diangkatnya status untuk menjadi Guru tetap atau segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil atau menuntut dibayarnya gaji mereka yang beberapa bulan belum terbayar yang "padahal tidak seberapa besarnya".

Perayaan Hari Guru Nasional seharusnya segera menjadi moment untuk menentukan langkah strategis dan menyeluruh kepada semua aspek untuk menyadari benar bahwa guru bukanlah pahlawan tanpa tanda jasa lagi. Guru adalah pahlawan, namun jasa mereka harusnya juga disertakan. Guru bukan saja harus segera diakui sebagai sebuah profesi, namun juga harus memiliki standar untuk menjadi profesi guru. Organisasi seperti PGRI mungkin bisa dijadikan lembaga untuk penentu sebuah level profesionalitas guru. Atau bisa juga dari organisasi guru yang lain. Pada akhirnya guru sama atau setingkat dengan seorang profesional di sebuah perusahaan, di mana ada level karyawan biasa, menengah, hingga level manajer dan ceo. Atau juga akan sama dengan seorang dokter. Mereka sama-sama memiliki keahlian atau skill. Mereka juga memiliki pekerjaan yang juga mengandung aspek sosial. Jadi seharusnya segera difikirkan, agar guru tidak lagi menjadi "hanya" seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Mungkin harus diformat lagi secara kongkret dan menyesuaikan dengan kebutuhan guru, murid, sekolah dan semua pihak yang terkait. Persoalan gaji adalah faktor yang krusial. Perbedaan yang sangat mencolok antara guru dan karyawan perusahaan adalah soal gaji. Gaji seorang guru, seharusnya ditanggung pemerintah secara 100%. Tidak membedakan antara guru negeri dan swasta. Jika gaji seorang guru negeri 1.5 juta rupiah misalkan, maka guru untuk perguruan swasta haruspun demikian. Bedanya adalah guru swasta akan mendapatkan tambahan intensif dari pemilik perguruan tersebut. Mengapa pemerintah harus menanggung semua gaji guru? Tentu, karena pemerintah adalah penyelenggara negara ini, dan negaralah yang berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan. Masa depan negara dan bangsa ini berada di pundak generasi muda. Dari seorang guru inilah masa depan negara ini akan ditentukan. Negeri kita adalah negeri kaya namun tidak mampu mengelola kekayaannya. Jadi bukan suatu alasan jika permasalah gaji guru ditolak karena keterbatasan anggaran negara. Simpel saja, kenapa pemerintah sanggup menggaji anggota dewan belasan hingga puluhan juta rupiah? sedangkan untuk gaji guru, meningkat tiap tahun saja sulitnya minta ampun.

Permasalahan yang sering muncul untuk hal ini banyak guru yang merasa tidak mampu lagi untuk belajar dan meningkatkan kemampuan secara profesional karena faktor usia dan keterbatasan waktu. Hemat kami, semua itu bisa diatasi, dan hanya masalah teknis saja. Para pakar pendidikan tentu mudah merumuskan sebuah solusi agar bisa sama-sama mementingkan semua pihak. Pemerintah harus menyerahkan kepada para pakar untuk ini. Terakhir dari tulisan saya ini, semoga di hari Guru Nasional ini, guru semakin mendapatkan posisi yang lebih baik dan bisa meningkatkan kualitas dirinya menjadi seorang guru yang sebenarnya. Selamat hari guru...salam buat guru-guru saya dari SD, SMP, SMA hingga guru (dosen) di kuliah saya dan untuk guru-guru saya di luar sekolah, guru ngaji, guru thariqah, guru ngeblog, guru ndesain dll....semoga Allah SWT melindungi Anda semua dan memberikan limpahan derajat dan kemuliaan ...amiin...

1 komentar:

  1. hari guru nasional ya tentu harus dirayakan guru kan pahlawannya pahlawan.
    hidup guru indonesia.

    BalasHapus

Bagaimana pendapat Anda tentang tulisan di Blog Nindrianto ini? Speak up your mind...

It's Me !