28 Oktober 2016

Harblognas : Lebih Sekedar Romantika Masa Lalu

BY Nunung Indrianto IN , , 2 comments

Senang rasanya pemerintah mencanangkan secara resmi adanya Hari Blogger Nasional ini. Kenapa? Gimana ya, gini saja deh. Kemarin nih, saya kenalan online dengan seseorang lewat sosmed. Obrolan biasa saja sih, tetapi ketika sampai pada pembicaraan soal pekerjaan, lawan bicara saya menyatakan dia ingin usaha di rumah, karena dia seorang wanita, tetapi agak susah karena tidak tahu caranya dan juga modal yang minim. Serta merta saya sarankan, jika memang ada keinginan untuk berbisnis dari rumah, kenapa tidak bisnis online saja. Ya bisnis online adalah salah satu aktivitas bisnis yang bisa dilakukan di mana saja, kapan saja. Dan yang pasti juga bisnis online kan sudah menjamur saat ini, sudah bukan hal asing dan masyarakat pun sebagai marketnya sudah memahami. Bisnis online? Apa hubungannya dengan Blog? Nah, begini.

Sehubungan dengan Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober kemarin ini, saya berfikir, kenapa tidak dicanangkan juga bahwa Blogging adalah salah satu terobosan bagi masyarakat untuk berwirausaha. Saya sudah lama bicara soal ini, ketika waktu jadi pengisi acara di Workshop Blogging di salah satu komunitas blogger di Jember, kota kelahiran saya, 4-5 tahun yang lalu. Bahwa aktivitas blogging bisa menjadi salah satu cara untuk dijadikan ajang penghasilan. Tentang hal ini tentu sudah banyak buktinya. Memang sempat terjadi kondisi pasang surut, dimana bisnis online sempat mengalami penurunan trend, termasuk saya akhirnya memutar haluan jadi pekerja kantoran. Meskipun pada prinsipnya, tidak bisa dipungkiri, blog adalah jalan pembuka sebagai lahan bisnis. Dari tahun 2006 saya sudah bikin blog, dan berbisnis online lewat blog dari tahun 2009 hingga 2014. Dari bisnis adsense, paid review hingga dropshipper saya jalani lewat blog itu. Saya jadi ingat tulisan tentang perjalanan blog Maseko Sakazawa hingga sosmed dan akhirnya blog lagi. Hehe...

Lantas bagaimana bisa dari Blog menjadi pintu awal jalan menuju bisnis online? Simple saja. Blog itu ibarat toko atau warung kita, jika kita bicara bisnis di dunia nyata. Bisa juga blog kita ibarakan sebagai ajang kongkow-kongkow online (kayak pos ronda gitu deh) di awalnya. Ketika banyak orang betah di blog kita itu, kita bisa mengarahkan blog itu menjadi warung yang menawarkan produk-produk yang kira-kira dibutuhkan pengunjung blog kita. Ibarat tempat nongkrong, yang sudah ramai dijadikan ajang santai teman-teman kita, di sana akan banyak informasi yang hilir mudik. Ada yang nanya barang ini, ada yang nawarin barang itu, ada yang mengajak bisnis bareng dan lain sebagainya. Itu semua terjadi di tempat nongkrong kita. Lalu akhirnya kita sebagai penghuni tetap pos tersebut, kita pun bisa menyediakan kebutuhan dari pengunjung pos itu. Dalam hal ini blog, maka sebelum menginjak ke bisnis online nya, cobalah bikin blog dulu. Tulis tentang apa saja. Dari kegiatan sehari-hari di kantor, di rumah, di mana saja. Berita-berita hangat itu juga bagus. Cari pengunjung sebanyak-banyaknya, jadikan blog kita menjadi ajang teman-teman kongkow. Setelah itu, perlahan-perlahan akan ada informasi yang tersaring, kira-kira prospek apa saja yang bisa dijual lewat blog.

Blog itu ibarat toko atau warung kita, jika kita bicara bisnis di dunia nyata. Bisa juga blog kita ibarakan sebagai ajang kongkow-kongkow online (kayak pos ronda gitu deh) di awalnya. Ketika banyak orang betah di blog kita itu, kita bisa mengarahkan blog itu menjadi warung yang menawarkan produk-produk yang kira-kira dibutuhkan pengunjung blog kita

Sosial Media
Jaman sekarang pun sudah umum, orang memiliki akun sosial media. Baik itu Facebook, Twitter, Google Plus, Instagram, Path, Pinterest dan lain sebagainya. Bagi saya, rugi banget lah jika akun-akun itu hanya dijadikan ajang cuap-cuap update status, upload foto dan saling koment. Memang sih ada sisi silaturahmi yang positif tentunya. Akan tetapi kembali pada permisalan di atas tentang pos ronda, maka jika hanya ada ngobrol-ngobrol saja, kenapa tidak dijadikan sesuatu yang lebih positif.

Sosial media dengan blogging akhirnya bisa menjadi sinergi positif. Di sosial media, seperti Facebook dan Twitter, kita bisa share artikel terbaru di blog kita. Di Instagram dan Path atau Pinterest bisa kita posting gambar-gambar terbaru yang berkaitan dengan artikel blog kita. Sebaliknya di blog kita bisa dicantumin akun Sosmed kita. Ada banyak cara untuk mengenalkan blog lewat sosial media dan sebaliknya.

Setelah semua aktivitas dunia maya itu saling bersinergi, maka pasti akan ada jalan untuk berbisnis. Coba saja. Pastinya nih, jika sebuah blog atau website sudah ramai pengunjung, akan banyak iklan yang ingin tampil. Dan itu saja adalah peluang. Nah, jawaban kepada teman yang masih bingung untuk memulai bisnis, Hari Blogger Nasional ini adalah jawabannya. Semangat untuk mengawali bisnis dari Blog, dan jangan terlena dengan romantika masa lalu. Jika blog kita rawat, kita optimasi dengan baik maka akan jadi ajang kongkow pengunjung, blog kita bakalan ramai. Setelah itu, ya terserah Anda.... 
Selamat Hari Blogger Nasional, Jayalah Negeriku, Sejahtera Rakyatnya. :)

18 Oktober 2016

Jalan Kaki 1,3 km Ditemani Payung Teduh

BY Nunung Indrianto IN , , , , 2 comments


Ada banyak cara untuk menikmati suasana. Saya misalnya. Tiap pagi dan sore, saya ke kantor dengan berjalan kaki dari stasiun KRL di bilangan Jakarta Selatan, begitu pula sebaliknya. Saat sore, saya dan seorang rekan kerja yang kebetulan rumahnya satu wilayah di kawasan Bogor, bareng-bareng berjalan kaki dari kantor ke stasiun KRL. Jika saya cek dari google maps, jarak kami berjalan itu sejauh 1,3 km, itu biasanya ditempuh dalam waktu 15 menit. Tentu dengan kecepatan sedang. Ngos-ngosan kali kalau berjalan lebih cepat. Hehe.

Seperti yang dialami para pekerja kantoran di Jakarta lainnya, suasana pagi itu adalah 'perjuangan'. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, maka perjuangannya adalah melawan kemacetan. Bagi yang naik kendaraan umum seperti angkot, bis, trans-Jakarta (busway) atau Commuter KRL, maka perjuangannya adalah melawan suasana hiruk pikuk dan desak-desakan. Semuanya juga berjuang memburu waktu. Siapa yang bisa pagi, siapa yang bisa pas dapat kendaraan yang pas, maka akan relatif 'aman' menuju tujuan a.k.a kantor masing-masing. Aman disini bisa berarti lebih cepat menuju tujuan, tidak terlalu terjebak puncak kemacetan atau kondisi penumpang tidak terlalu berdesak-desakan. Saya kira masing-masing sudah memiliki triks dan 'selah' untuk bisa lebih nyaman dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Jadi intinya bukan melawan kemacetan atau menang-menangan dengan waktu, tetapi apapun kondisinya, kita harus tetap semangat hingga di tempat kerja, dan saat kerja juga bertahan dengan semangat hingga pulang kerja juga tetap lancar dan selamat sampai di rumah kembali.


Memang sih, terasa membosankan jika menjalani kegiatan yang sama setiap hari. Namun saya tidak kurang akal. Maka untuk suasana pagi seperti ini, saya pilih lagu dari Payung Teguh untuk menemani 'jalan pagi' saya. Judulnya Cerita tentang Gunung dan Laut. Pernah dengar dong. Nih liriknya...


Aku pernah berjalan disebuah bukit
Tak ada air, tak ada rumput
Tanah terlalu kering untuk ditapaki
Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku

Aku pernah berjalan diatas laut
Tak ada tanah, tak ada batu
Air selalu merayu
Menggodaku masuk ke dalam pelukannya

Tak perlu tertawa atau menangis
Pada gunung dan laut
Karena gunung dan laut
Tak punya rasa

Aku tak pernah melihat gunung menangis
Biarpun matahari membakar tubuhnya
Aku tak pernah melihat laut tertawa
Biarpun kesejukkan bersama tariannya

asyik kan lagunya? :)

Jalanan basah di pagi hari
Lagu ini benar-benar pas buat menemani jalan pagi saya, terutama saat masuk jalan-jalan di perkampungan, jalan tembus menuju kantor. Pemandangan pagi yang ditemui adalah suasana sepi di sebuah kompleks perumahan dinas entah itu rumah dinas atau pensiunan instansi apa, saya belum nanya-nanya. Kampung dengan mungkin cuman belasan rumah berbentuk hampir seragam. Pemandangan yang pasti tampak pertama adalah anak kecil agak gemuk yang disuapin sarapan pagi oleh seorang mungkin baby sitter atau mbok atau entahlah nyebutnya. Di depan rumah seorang rumah bertuliskan Bidan, yang juga menerima kost-kostan. Agak ke depan lagi, tampak rumah berjejer, dengan seorang lelaku tua tak berdaya duduk di kursi teras rumah. Kadang terliat ngantuk atau tertidur kadang terlihat membaca koran, kadang juga diam mengamati orang berjalan di depan rumahnya. Mungkin dia mengamati saya ya? Hehe. Lagu Payung Teduh masih berputar...


Berjalan beberapa langkah, aku melewati seorang ibu-ibu mungkin karyawati, tampak dari pakaiannya. Lalu di depan lagi, saya hafal akan melewati musholla yang saya tahu baru beberapa bulan kemarin di renovasi. Musholla yang rapi dab bersih. Sepertinya memang digarap dengan serius dan direnovasi oleh tukang bangunan yang bagus kerjanya. Tidak asal-asalan. Saya gak heran, musholla di kompleks perumahan dinas dan berada di belakang gedung-gedung bertingkat di area selatan Jakarta ini, tentu tidak susah untuk mencari donatur. Hehe. Alhamdulillah.


Di sebelah musholla ini terdapat lapangan bulutangkis. Yang mesti kutemui adalah beberapa mobil yang diparkir di sana, mungkin milik warga yang sengaja di parkir di lapangan badminton. Kuliat pagi ini seorang gadis muda membawa tas, yang sepertinya tidak terlalu buru-buru berjalan. Mungkin dia mahasiswi hendak ke kampus tapi mungkin masih mampir ke teman-teman dulu. Mungkinkan akan 'ngerjain' tugas kuliah bareng? Ah kepo. Hehe...lagu payung teduh masih berputar...


Tak perlu tertawa atau menangis
Pada gunung dan laut
Karena gunung dan laut
Tak punya rasa

Suasana perumahan yang sepi di pagi hari, jalanan basah setelah diguyur gerimis pagi tadi, atau kemarin sore. Entahlah. Kuliat lagi bapak-bapak tua menyapu pojokan jalan di temani seorang laki-laki muda. Mungkin petugas kebersihan. Sesekali, beberapa motor juga melintasi jalanan tembus ini.

Akhirnya saya sampai juga di bekas kampung yang sekarang rata, karena habis digusur. Saya berpapasan dengan seorang bapak mengenakan baju safari menaiki sepeda pancal (ontel). Dia tersenyum padaku. Kenapa dia tersenyum ya? Saya pun membalas senyuman bapak itu. Tapi saya masih gak paham, kok dia seramah itu?

Aku pernah berjalan disebuah bukit
Tak ada air, tak ada rumput
Tanah terlalu kering untuk ditapaki
Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku


Dan akhirnya aku kembali bertemu jalan raya dengan bising dengan kemacetan. Lima menit lagi sampai di kantor. Lagu Payung Teduh sudah akan habis pula.... Selamat pagi, selamat bekerja kawan..!


Akhirnya, inilah video clip lagu Cerita tentang Gunung dan Laut-nya Payung Teduh, yuk disimak...




Partisipasi Menulis Di Website Warga Palem Asri Bogor

BY Nunung Indrianto IN , , No comments

Berawal dari diminta memperbaiki beberapa fitur website www.wargapalemasri.org, saya akhirnya kembali giat menulis. Kenapa ya susah sekali menyediakan waktu menulis di blog? Padahal waktunya ada, ide banyak. Yang susah ternyata mengawalinya. Iya kan?

Situs www. wargapalemasri.org ini dirintis di tahun 2012 menurut sang Admin, Bapak Haris sang perintis website ini. Dulunya beliau memang Ketua RT, dan baru saja terjadi pergantian pimpinan, bulan kemarin. Akan tetapi meskipun sudah tidak menjadi ketua RT, pak Haris demikian panggilan sehari-hari, tetap semangat untuk terus mempertahan dan bahkan mengembangkan website milik warga ini. Begitu cerita soal website yang bertagline, "bahu membahu saling mengisi antar kita, dari warga, oleh warga dan untuk warga Palem Asri seluruhnya...."

Nah, berangkat dari sana, akhirnya saya lebih aktif membantu memperbaiki tampilan web nya dan seterusnya diminta membantu menyumbang tulisan. Alhamdulillah, ada semangat  baru, menulis tulisan-tulisan  yang bermanfaat buat warga. Terimakasih dan angka topi untuk Pak Haris yang menjadikan semangat menulis saya muncul lagi...:) Jadi, inilah sebagian dari tulisan saya sampai dengan hari ini :

Proses Alam Mengajarkan Kita Bersyukur

Alam mengajarkan kita tentang Keindahan. Di dalam ilmu geologi, diajarkan berbagi macam fenomena kejadian alam sejak ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu. Banyak dijumpai penampakan-penampakan indah seperti batuan dan mineral yang berwarna beraneka ragam, profil dataran, lembah dan gua yang menyimpan segudang keindahan dan membuat kita berdecak kagum, Subhanallah...  


TIPS ANDROID (1) – CARA MATIKAN DOWNLOAD DAN SIMPAN GAMBAR OTOMATIS DI WHATSSAPP

Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa tulisan, karena tips-tips di dalam aplikasi Whatsapp ini memang tidak sedikit. Namun untuk menyederhanakan, akan saya bagikan beberapa tips yang paling sering dibutuhkan dalam keseharian.

Telegram, aplikasi chatting alternatif selain Whatsapp

Saat ini, ada aplikasi yang mulai perlahan tapi pasti berusaha merebut hati pengguna gadget. Aplikasi ini namanya Telegram. Diluncurkan tahun 2013, aplikasi Telegram ini dikenalkan, semakin lama semakin bertambah penggunanya. Dari report di playstore, pengguna aktif Telegram sudah mencapai 100 juta orang, hebat kan, dalam waktu 3 tahun sudah mencapai angka itu. Namun tentu saja masih kalah jauh dengan pengguna aktif Whatsapp yang mencapai 1 milyar orang! 

Tulisan lain bisa klik ke websitenya www.wargapalemasri.org. Sampai jumpa di sana yaaa..

It's Me !